RPP 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Final Test ( 12 )
SMA : SMA KORPRI Banjarmasin
PROGRAM : Ilmu Pengetahuan Sosial
MATA PELAJARAN : Sejarah
KELAS / SEMESTER : X/ 1
STANDAR KOMPETENSI : 1. Memahami Prinsip Dasar Ilmu Sejarah
KOMPETENSI DASAR : 1.3. Menjelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
INDIKATOR : 1. Mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan sumber, bukti, dan fakta sejarah.
3. Fakta Sejarah
4. Kenyataan Sejarah
5. Metode identifikasi bukti dan fakta sejarah
ALOKASI WAKTU : 1 x 45 menit (1 x Pertemuan)
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa diharapkan mampu untuk :
1. Mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan sumber, bukti, dan fakta sejarah.
3. Fakta Sejarah
4. Kenyataan Sejarah
5. Metode identifikasi bukti dan fakta sejarah
B.MATERI PEMBELAJARAN
v Apa yang dimaksud dengan sumber, bukti, dan fakta sejarah?
3. Fakta Sejarah
Adalah data sejarah yang telah diverifikasi dan diinterpretasi oleh sejarawan, yang kemudian dijadikan dalil, argumentasi, atau dasar pemikiran dalam menulis karya sejarah. Fakta bukan semuanya kenyataan, melainkan hanya sebagian dari kenyataan sejarah.
4. Kenyataan Sejarah
Adalah semua peristiwa yang benar- benar terjadi pada masa lampau yang berkaitan erat dengan tindakan manusia.
5. Metode identifikasi bukti dan fakta sejarah
Ada tiga metode yang dipakai untuk mengidentifikasi fakta sejarah, yakni:
a. Metode tipologi
Metode yang dipakai untuk menentukan umur suatu benda berdasarkan tipe benda peninggalan tersebut. Apabila semakin sederhana suatu benda, maka semakin tua umur benda peninggalan tersebut dan bila semakin kompleks atau rumit suatu benda peninggalan, maka semakin muda umur benda peninggalan tersebut.
b. Metode stratigrafi
Metode yang dipakai untuk menentukan umur suatu benda berdasarkan lapisan tanah temapat benda tersebut ditemukan. Jika suatu benda ditemukan dilapisan paling bawah, maka semakin tua umurnya. Dan jika semakin atas suatu benda ditemukan, maka semakin muda umur benda tersebut.
c. Metode Kimiawi
Metode yang dipakai untuk menentukan umur suatu benda dengan menggunakan unsur kimiawi. Seperti, C14 ( Carbon 14 ) dan unsur Argon.
C.METODE PEMBELAJARAN
1.Ceramah
2. Tanya Jawab
D.MODEL PEMBELAJARAN
1.Make – a match
E.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.Pendahuluan ( 5 Menit )
a.Presensi kehadiran siswa
b.Apersepsi : guru mengingatkan sekilas materi yang telah dipelajari sebelumnya.
c.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
2.Inti ( 35 Menit )
a.Guru menjelaskan materi pelajaran ” apa yang dimaksud dengan sumber, bukti,
dan fakta sejarah.
3. Fakta Sejarah
4. Kenyataan Sejarah
5. Metode identifikasi bukti dan fakta sejarah
b.Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
c.Mengintruksikan siswa untuk penutup buku pegangan dan buku catatan, setelah itu siswa ditanya satu persatu untuk menguji pemahaman akan materi pelajaran.
Soal:
1. Apa yang dimaksud dengan fakta sejarah?
2. Apakah fakta sejarah semuanya kenyataan sejarah?
3. Apakah yang dimaksud dengan kenyataan sejarah?
4. Sebutkan 3 metode untuk mengidentifikasi fakta sejarah?
5. Deskripsikan apa itu metode tipologi, stratigrafi, kimiawi?
d.Menyimpulkan bersama- sama siswa
3.Penutup ( 5 Menit )
a.Memberikan tugas ”mencocokkan soal dan jawaban yang disediakan guru”.
F.SUMBER BELAJAR
1.Kurikulum KTSP dan perangkatnya
2.Buku ”Sejarah: Indonesia dalam perkembangan zaman” KTSP untuk Kelas X SMA, Mohammad Iskandar, dkk.
3.Materi dari internet
4.Buku-buku Penunjang Yang Relevan
G.MEDIA PEMBELAJARAN
1.Buku-buku pelajaran penunjang yang relevan
2.Skema Pembelajaran
3.Gambar- gambar
H.PENILAIAN
1.Teknik Menilaian : Tertulis
2.Bentuk Instrumen : Tugas Mencocokan jawaban
3.Soal- soal :
# Soal tugas :
1. Fakta Sejarah
2. Kenyataan Sejarah
3. Metode Tipologi
4. Metode Stratigrafi
5. Metode Kimiawi
# Jawaban :
A. Jika suatu benda ditemukan dilapisan paling bawah, maka semakin tua umurnya. Dan jika semakin atas suatu benda ditemukan, maka semakin muda umur benda tersebut.
B. Semua peristiwa yang benar- benar terjadi pada masa lampau yang berkaitan erat dengan tindakan manusia.
C. Metode yang dipakai untuk menentukan umur suatu benda dengan menggunakan unsur kimiawi. Seperti, C14 ( Carbon 14 ) dan unsur Argon.
D. Apabila semakin sederhana suatu benda, maka semakin tua umur benda peninggalan tersebut dan bila semakin kompleks atau rumit suatu benda peninggalan, maka semakin muda umur benda peninggalan tersebut.
E. Semua peristiwa yang benar- benar terjadi pada masa lampau yang berkaitan erat dengan tindakan manusia.
4.Kunci Jawaban tugas :
1. E 2. B 3. D
4. A 5. C
5.Nilai akhir :
| Jumlah benar | Frekuensi Nilai |
| 5 | 100 |
| 4 | 80 |
| 3 | 60 |
| 2 | 40 |
| 1 | 20 |
Keterangan:
Nilai persoal = 20
Banjarmasin, Januari 2010
Ismawardah
Add comment Januari 22, 2010
ismawardah
RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Middle Test ( 9 )
SMA : SMA KORPRI Banjarmasin
PROGRAM : Ilmu Pengetahuan Sosial
MATA PELAJARAN : Sejarah
KELAS / SEMESTER : XII / 1
STANDAR KOMPETENSI : 1. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak Proklamasi hingga lahirnya orde baru.
KOMPETENSI DASAR : 1.3. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan (antara lain: PKI madiun 1848, DI / TII, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G 30 S / PKI).
INDIKATOR : 1. Mengidentifikasi perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.
1) Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya
2) Pertempuran Ambarawa
ALOKASI WAKTU : 1 x 45 menit (1 x Pertemuan)
- A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa diharapkan mampu untuk :
- Mengidentifikasi perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.
1) Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya
-
- Pertempuran Ambarawa
- B. MATERI PEMBELAJARAN
v Perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.
1) Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya
Pertempuran 10 Nopember 1945 ini dikenal dengan sebutan peristiwa heroik di Surabaya yakni pertempuran antara para pemuda Surabaya dan pasukan tentara sekutu. akibat insiden terbunuhnya Brigjen A.W.S. Mallaby (pimpinan tentara Inggris di Surabaya). Hal ini mengakibatkan pada 10 Nopember 1945, Inggris menyerang Surabaya secara besar-besaran dan disambut tentara Indonesia dan pemuda Surabaya dengan kekuatan senjata penuh juga. Karena pengalaman dan persenjataan tentara sekutu lebih unggul tidak menyebabkan Surabaya menyerah. Para pemuda melarikan diri ke berbagai daerah seperti Mojekerto. Dalam pertempuran ini ribuan rakyat Surabaya gugur dan untuk mengenang dan memperingati semangat rakyat Surabaya, maka dibangun Tugu Pahlawan di Surabaya dan 10 Nopember sebagai Hari Pahlawan.
2) Pertempuran Ambarawa
Pada 23 Nopember 1945 pecah pertempuran di Ambarawa antara TKR di bawah pimpinan Letkol Isdiman dan Mayor Soeharto dan tentara sekutu. Dalam sebuah pertempuran Letkol Isdiman gugur ditembak musuh dan selanjutnya TNI dipimpin oleh kolonel Sudirman. Dalam penyerangan kolonel Sudirman menggunakan taktik “Supit Urang” (menekan dari dua sisi) untuk menekan pasukan sekutu. Pada 12 Desember 1945 pejuang Indonesia melancarkan serangan besar-besaran. Serangan tersebut berhasil memukul mundur tentara sekutu hingga bertahan di Benteng Wilem (Ambarawa) dan karena merasa terdesak pasukan sekutu mundur dari Ambarawa ke Semarang. Untuk mengenangnya, maka 15 Desember diperingati sebagai hari Infanteri dan didirikan monumen palagan Ambarawa.
- C. METODE PEMBELAJARAN
- Ceramah
- Kuis
- D. MODEL PEMBELAJARAN
- Course Review Rules
- E. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
- Pendahuluan
- Presensi kehadiran siswa
- Pendahuluan
b. Apersepsi: guru mengingatkan sekilas materi yang telah dipelajari sebelumnya.
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
- Inti
- Guru menjelaskan
b. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang untuk
mendiskusikan perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan
kemerdekaan: 1) Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya, 2)
pertempuran Ambarawa.
- Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
- Untuk menguji pemahaman siswa di beri tugas berupa kuis.
- Penutup
- Menarik kesimpulan materi pelajaran yang telah disampaikan.
- F. SUMBER BELAJAR
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Buku ”Sejarah 3” KTSP untuk Kelas XII SMA dan MA, Herimanto.
- Buku ”Sejarah Indonesia VI”
- Buku-buku Penunjang Yang Relevan
- G. MEDIA PEMBELAJARAN
- Buku-buku pelajaran penunjang yang relevan
- Skema Pembelajaran
- H. PENILAIAN
- Teknik Menilaian : Tertulis
- Bentuk Instrumen : Kuis
- Soal- soal kuis :
1. Pertempuran 10 Nopember 1945 yakni pertempuran antara para pemuda Surabaya dan
pasukan tentara sekutu, dikenal juga dengan sebutan…
a. Peristiwa Heroik b. Peristiwa Ambarawa
2. Pertempuran 10 Nopember 1945 yang terjadi di Surabaya di sebabkan oleh
terbunuhnya pimpinan tentara sekutu yang bernama…
a. T. D. Kelly b. Brigjen Mallaby
3. Dalam pertempuran 10 Nopember 1945 yang terjadi di Surabaya, pejuang RI
mengalami kekalahan dari tentara sekutu dan akhirnya mereka banyak yang melarikan
diri ke kota…
a. Surakarta b. Mojokerto
4. Karena banyaknya korban yang jatuh dalam pertempuran 10 Nopember 1945 yang
terjadi di Surabaya tersebut, maka tanggal 10 Nopember di tetapkan sebagai…
a. Hari pahlawan b. Hari pemuda
5. Perempuran ambarawa pecah pada tanggal…
a. 22 Nopember 1945 b. 23 Nopember 1945
6. Siapa yang menjadi pemimpin perjuangan tentara RI dalam pertempuran di Ambarawa …
a. Letkol D.I. Panjaitan b. Letkol Isdiman dan Mayor Soeharto
7. Siapa yang menjadi pengganti sebagai pemimpin perjuangan tentara RI dalam
pertempuran di Ambarawa setelah tewasnya Letkol Isdiman…
a. Kolonel Sudirman b. Mayor Soeharto
8. Taktik apakah yang digunakan oleh Kolonel Sudirman dalam menghadapi tentara
sekutu…
a. Gerilya b. Supit Urang
9. Untuk mengenang pertempuran amabarawa, maka setiap tanggal 15 desember di
peringati sebagai…
a. Hari Dirgantara b. Hari Infanteri
3. Jawaban soal kuis:
1. a. Peristiwa Heroik 6. b. Letkol Isdiman dan Mayor Soeharto
2. b. Brigjen Mallaby 7. a. Kolonel Sudirman
3. b. Mojokerto 8. b. Supit Urang
4. a. Hari pahlawan 9. b. Hari Infanteri
5. b. 23 Nopember
Banjarmasin, 3 Novemberr 2009
Ismawardah
NIM: A1A106036
Add comment Januari 22, 2010
ismawardah
SUEZ BAGI INTERNASIONAL
BAB I
PENDAHULUAN
- A. Latar Belakang
Pada abad yang sudah mengenal angkutan udara dan ruang angkasa sekalipun, Terusan Suez tetaplah diperlukan. Terbukti dengan masih dilakukannya komunikasi angkutan laut melalui Terusan Suez yang dibuka pada tahun 1869 tersebut.
Pada tahun 1888, dibuatlah kesepakatan, bahwa Terusan Suez dapat terus digunakan, baik dalam situasi / zaman damai maupun zaman perang, mengingat nilai strategisnya yang besar dan merupakan sumber financial bagi yang memilikinya. Yang mana pada saat itu angkutan laut adalah cara komunikasi paling modern yang sudah berhasil ditemukan oleh manusia. Dalam sejarahnya menunjukkan bahwa ternyata 2 faktor tersebut juga lah yang membuat sulitnya untuk melaksanakan kesepakatan tersebut. Hal ini terlihat dari sering terjadinya sengketa intern menyangkut masalah penguasaan Terusan Suez tersebut.
Menguasai Terusan Suez berarti menguasai pintu gerbang menuju Asia , benua yang menjadi incaran negara-negara imperalis Eropa. Dan sebagai alat penghubung antara Eropa dan Asia pulalah yang membuat betapa pentingnya Terusan Suez bagi negara-negara imperalis pada saat itu. Dengan menguasai Terusan Suez, maka semakin besarlah kesempatan mereka melancarkan pengaruhnya ke Negara-negara Asia. Mencoba memperluas wilayah jajahannya untuk kepentingan negara masing-masing. Terutama untuk keperluan industri yang baru muncul dan menjadi prioritas utama para negara imperalis untuk perkembangan perekonomian negaranya.
Hal inilah yang mendasari penulis membuat makalah dengan judul “Terusan Suez dan Pengaruhnya Dalam Bidang Ekonomi”, sehubungan dengan adanya tugas makalah Mata Kuliah Sejarah Maritim. Yang mana mensyaratkan pembuatan makalah yang bertemakan pentingnya prasarana komunikasi laut dalam pengaruhnya terhadap peristiwa sejarah yang telah dialami manusia.
- B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1) Untuk mengetahui bagaimana letak geografis Daerah Suez, yaitu daerah yang menjadi tempat digalinya Terusan Suez
2) Untuk mengetahui latar belakang pengggalian Terusan Suez
3) Untuk mengetahui apa saja pengaruh pembukaan Terusan Suez dalam bidang ekonomi
4) Untuk mengetahui pokok-pokok persetujuan yang dihasilkan dari Konferensi Istambul sehubungan dengan masalah Terusan Suez.
- C. Batasan Makalah
Dalam makalah ini, penulis hanya memaparkan tentang :
1) Bagaimanakah letak geografis Daerah Suez yang menjadi daerah tempat digalinya Terusan Suez dan Apa saja latar belakang yang mendasari dilakukannya penggalian Terusan Suez ?
2) Apa saja pengaruh yang ditimbulkan dengan adanya Terusan Suez tersebut ?
3) Apa saja pokok-pokok persetujuan dari Konferensi Istambul, sehubungan dengan masalah Terusan Suez ?
- D. Metode Penulisan
Pada penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode tinjauan pustaka dari beberapa literatur yang membahas tentang Terusan Suez, sehubungan dengan letak geografisnya yang strategis dan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkannya, terutama dalam bidang ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
- A. Letak Geografis Daerah Suez Dan Latar belakang Penggalian Terusan Suez
Daerah Suez sejak zaman dahulu merupakan daerah wilayah Mesir. Bersama-sama dengan jazirah Sinai, daerah Suez merupakan daerah yang memiliki letak yang strategis. Yaitu terletak di titik silang lalu lintas internasional yang menghubungkan negri-negri di wilayah Asia dengan negri-negri di wilayah Afrika Uatara. Tidak hanya itu, Suez juga menghubungkan daerah perairan Laut Tengah dengan perairan Laut Merah, yang langsung berhubungan dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Kedua wilayah ini sangat penting bagi Negara Mesir, yaitu sebagai pintu gerbang masuk dari arah daratan Asia, dan tempat memintas para pedagang dari perairan Laut Tengah menuju perairan Laut Merah. Dan sejak tarikh masehi, telah berkembang lalu lintas perdagangan di dua perairan tersebut dan Samudra Hindia.
Sekitar tahun 150 M, para pedagang Mesir dan Yunani bertolak dari Laut Merah menuju ke Teluk Persia. Dari sini kapal-kapal tersebut meneruskan perjalanan menuju ke India dan ke arah timur sampai ke Indonesia. Dalam abad ke-9, pelaut-pelaut bangsa Arab telah mengenal pelayaran dan perdagangan langsung ke Asia Tenggara dan Asia Timur. Pada abad ke-12, hubungan perdagangan antara Eropa dan Timur Tengah mulai hidup kembali, yaitu sebagai pengaruh dari terjadinya peristiwa Perang Salib. Sesudah itu perkembangan perdagangan dan pelayaran dari Eropa menuju Dunia timur menjadi lebih ramai lagi sejak penjelajahan samudra dan penemuan daerah-daerah baru dalam abad ke-15 dan masa-masa berikutnya.
Usaha penggalian Terusan Suez merupakan pemikiran yang telah lama diusahakan, yaitu sejak abad ke-13 SM, oleh raja Ramses II. Tetapi usaha raja ini gagal karna terusan yang digali tersebut tertimbun kembali oleh pasir yang selalu bertiup dari arah gurun pasir sekitaranya, serta akibat pengendapan Lumpur dari muara Sungai Nil.
Ketika Napoleon Bonaparte berhasil menduduki daerah delta sungai Nil, ia juga berkeinginan membuat terusan yang juga menghubungkan Laut Tengah dengan Laut Merah tersebut, untuk memberi jalan pada armada lautnya agar dapat terus berlayar menuju India yang merupakan daerah penting bagi perdagangan dan perekonomian Inggris, yang pada saat itu merupakan saingan negara Perancis.Usaha Napoleon ini ternyata juga mengalami kegagalan karena adanya perbedaan permukaan air Laut Merah, aliran sungai Nil dan Laut Tengah yang sangat besar. Adalah tidak mungkin dua buah lautan yang besar dapat diperhubungkan hanya dengan saebuah terusan saja. Namun demikian, cita-cita dan usaha Napoleon ini mendapat perhatian dunia untuk benar-benar menghubungkan dua perairan tersebut.
Dengan munculnya industri yang pesat di Eropa berakibat pula meningkatkan volume perdagangan antara Eropa dengan Dunia Timur terutama dengan India, Asia Tenggara dan Asia Timur yang justru merupakan daearah penghasil bahan industri dan sekaligus sebagai daerah-daerah pemasaran hasil industri tersebut. Lalu lintas pelayaran antara Eropa dengan negara-negara di Benua Asia tersebut terus meningkat, dan semua ini harus menempuh jalan laut Tanjung Harapan di penghujung selatan Benua Afrika. Sehingga merupakan perjalanan yang sangat jauh dan berbahaya. Hal ini lah yang mendorong pemikiran orang untuk mencari jalan lain yang lebih singkat dan lebih menguntungkan, yaitu degan menggali Terusan Suez yang menghubungkan perairan Laut Tengah dan Laut Merah.
Pada pertengahan abad ke-19 pihak Perancis mengajukan rencana penggalian Terusan Suez, tetapi ditolak oleh Kadif Mesir Muhammad Ali, karna khawatir akan mengurangi kedaulatan dan kemerdekaan Mesir sendiri. Baru pada masa pemerintahan penggantinya, yaitu Kadif M. Said Pasya, disetujui rencana penggalian tersebut (1854). Perancis pun kemudian mempercayakan penggalian ini kepada seorang insinyur terkenal bernama Ferdinand de Lesseps. Dan akhirnya, saetelah mengalami berbagai kesukaran, oleh Kadif tersebut dan Ferdianand, didirikanlah sebuah maskapai yang dinamai “Compagnie Universelle du Canal Maritime de Suez”.
Segera ketika segala-galanya telah siap , dimulailah penggalian terusan tersebut pada tanggal 25 april1859. Dalam penggalian ini dikerahkan pula tenaga-tenaga buruh paksaan atas perintah Kadif Mesir tersebut. Dan setelah sempat terhenti dalam usaha penggalian terusan ini, akhirnya terusan Suez selesai digali dalam tempo 10 tahun (1859-1869). Dengan panjang 168 km, lebar antara 80-125 meter dan dengan kedalaman 11-13,5 meter.
- B. Pengaruh Pembukaan Terusan Suez Dalam Bidang Ekonomi
Di awal pembukaan Terusan Sueaz pada tahun 1869, saham atas terusan ini sebanyak 44% berada di tangan Mesir, sedangkan sisanya berada di tangan Perancis serta diperjualbelikan pada negar-negara lain
Peristiwa pembukaan Terusan Suez ini pun membawa akibat dan pengaruh yang luas. Pertama-tama memindahkan jalan pelayaran perdagangan dunia dari Eropa ke Asia Timur yang semula melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, sekarang melalui perairan Laut Tengah, Terusan Suez dan Laut Merah. Peristiwa ini menimbulkan pengaruh lebih lanjut, khususnya dalam bidang ekonomi yang antara lain :
- Negara-negara Laut Tengah berkembang kembali dalam kehidupan perdagangan dunia, yang telah menjadi sepi sejak ditemukaannya jalan laut lewat Afrika Selatan dan penemuan benua baru Amerika pada akhir abad ke-15.
Dengana hidupnya kembali peradagangan dunia di Laut Tengah ini, berkembang pula lah kota-kota pelabuhan seperti Gibraltar, Barcelona, Marseilla, Genoa, Venesia, Napels, Malt, Athena, Istambul, Siprus dan sebagainya.
- Daerah kawasan Afrika Utara menjadi sangat penting pula dan akhirnya menjadi daerah yang diperebutkan oleh negara-negara besar Eropa. Seperti, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libia dan Mesir. Negara-negara ini menjadi lebih penting lagi setelah ditemukannya hasil-hasil mineral terutama minyak bumi seperti di Aljazair dan Libia.
- Disamping itu daerah perairan Selat malaka di Asia Tenggara menjadi sangat ramai dikunjungi oleh kapal-kapal asing Eropa. Sejak tahun 1870, perairan Selat Malaka pun menjadi sangat vital dan penting dalam peradagangan samudra.
Secara spesifik, pengaruhnya terhadap Indonesia sendiri adalah dihapuskannya peraturan Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) oleh Pemerintah Kolonial Belanda, yang merupakan imbas khusus dari semakin ramainya bangsa-bangsa asing Eropa berdatangan di perairan Selat Malaka sendiri. Penghapusan ini berlangsung pada tahun 1870, dan diganti dengan usaha tanam bebas. Artinya, sejak tahun tersebut telah dimulai lah aturan liberalisme di Indonesia.
Dengan dikeluarkannya UU gula dan UU agraria (1870), dimulailah usaha perkebunan besar di Indonesia. Seperti perkebunan tebu, tembakau, karet, the, kina, kelapa sawit, perkebunan kopi, dan lain sebagainya. Sejak tahun 1870 Indonesia menjadi padang eksploitasinya kapitalisme internasional. Beramai-ramai kaum kapitalis dari berbagai negara menanamkan modalnya di Indonesia dalam berbagai cabang usaha seperti perkebunan, peratambangan, pengangkutan, perbankan, perdagangan dan lain-lain.
Eksploitasi modal swasta asing terhadap rakyat Indonesia melalui perkebunan adalah sangat intensif. Sebagian besar rakyat menjadi buruh perkebunan, yang hidupnya sangat bergantung pada upah yang diterimanya. Para pejabat pemerintah seperti bupati, lurah dan bekel di desa-desa digunakan sebagai latu untuk mendapatkan tanah sewaan untuk perkebunan tebu dan tembakau, serta sebagai alat untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah. Dan ini semua sangat menguntungkan bagi perkembangan penanaman modal asing di Indonesia.
Usaha perdagangan perantara, yaitu antara ekonomi pedesaan dengan ekonomi kota berada sepenuhnya di tangan orang-oranga asing Timur (Cina). Sehingga selama zaman penjajahan Belanda, rakyat Indonesia yang sebagian terbesar hidup di desa-desa, tetap berada dalam keadaan miskin dan tidak terikat dalam proses perkembangan serta kemajuan ekonomi dan kemakmuran yang dialami oleh kaum kapitalis kolonial Eropa sejak pertengahan kedua abad ke-19, yaitu dimulai sejak pembukaan Terusan Suez pada tahun 1869 tersebut.
- C. Konferensi Istambul Menyangkut Masalah Terusan Suez
Terusan Suez merupakan urat nadi perhubungan lalu lintas pelayaran dan perdagangan antara Eropa dengan Dunia Timur yang terdekat, yaitu melalui perairan Laut Tengah. Karena perannya ini, maka Terusan Suez memiliki peranan yang sangat vital bagi kepentingan semua bangsa di dunia. Terusan Suez menyangkut kepentingan dan kebutuhan sebagian besar bangsa-bangsa di dunia. Sehingga pada akhirnya Terusan Suez yang sangat vital ini diberi status international. Hal ini terjadi pada Konferensi Istambul yang diselenggarakan pada tahun 1888 dan dihadiri oleh Negara-negara pemilik saham dan Negara-negara lain yang banyak menggunakan jasa-jasa dari Terusan Suez.
Tujuan Konferensi Istambul ini (Turki) ini adalah agar secara bersama-sama Negara-negara yang berkepentingan dan pemakai Terusan Suez bermusyawarah, mengingat kedudukan, fungsi dan perannya yang sangat vital yang mencakup kepentingan dan kebutuhan sebagian terbesar bangsa-bangsa tersebut, maka Terusan Suez terbuka bagi semua kapal bangsa-bangsa, baik pada waktu damai maupun pada waktu perang, Terusan Suez tetap terbuka bagi pelayaran luas.
Konferensi Istambul ditandai tangani pada tanggal 29 Oktober 1888 oleh wakil-wakil Negara Inggris, Jerman, Austria, Hongaria, Spanyol, PErancis, Italia, Belanda, Rusia, Turki dan Mesir. Pokok-pokok persetujuan dalam Konferensi ini adalah sebagai berikut :
1) Kebebasan berlayar pada Terusan Suez bagi semua kapal, baik kapal dagang maupun kapal perang, dalam waktu damai maupun perang.
2) Semua kapal yang melalui Terusan Suez atau pelabuhan (yang menjadi pintu masuk terusan) yang manapun juga tidak boleh memperlihatkan tindakan-tindakan peperangan.
3) Sesuatu negara tidak boleh memiliki lebih dari dua buah kapal perang di pelabuhan yang menjadi pintu masuk terusan, yaitu Port Said atau Suez dan sama sekali tidak boleh menempatkan kapal perang di jalan sepanjang terusan itu sendiri. hal ini pun tidak boleh dipunyai negara-negara yang sedang berperang.
4) Pemerintah Mesir harus mengambil tindakan-tindakan yang perlu guna menjamin pelaksanaan daripada keputusan-keputusan konferensi ini.
5) Kebebasan berlayar di Terusan Suez ini tidak boleh merupakan gangguan terhadap keamanan Mesir dan pula tidak boleh merupakan gangguan terhadap diambilnya tindakan-tindakan untuk mengambil daerah-daerah Mesir yang lain di sebelah Timur Laut Merah.
6) Kewajiban-kewajiban yang timbul dari perjanjian ini tidak dibatasi hingga berakhirnya undang-undang konsesi dari “Perusahaan Terusan Suez”.
Demikian lah pokok-pokok persetujuan yang tercantum dalam Konferensi Istambul, yang merupakan jaminan tentang kebebasan berlayar dan status international atas Terusan Suez tersebut.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Setelah peristiwa Perang Salib (1096-1291), hubungan perdagangan antara Eropa dan Dunia Timur Tengah mulai hidup kembali. Tidak hanya itu, munculnya industri yang pesat di Eropa berakibat pula meningkatnya volume perdagangan antara Eropa dan Dunia Timur, khususnya dengan Asia Tenggara dan Asia Timur, yang ditandai dengan dilakukannya penjelajahan-penjelajahan samudra dan adanya penemuan-penemuan daaerah-daerah baru dalam abad ke-15 dan masa-masa berikutnya.
Segenap lalu lintas pelayaranini menempuh jalan laut Tanjung HArapan I ujung Benua Afrika, sehingga merupakan perjalanan yang sangat jauh dan berbahaya. Kesemuanya ini lah yang mendorong pemikiran orang untuk mencari jalan lain yang lebih singkat dan lebih menguntungkan. Yaitu dengan menggali Terusan Suez yang menghubungkan perairan Laut Tengah dan perairan Laut Merah.
Akibatnya, Terusan Suez pun menjadi urat nadi perhubungan lalu lintas pelayaran dan perdagangan antara Eropa dengan Dunia Timur yang terdekat, yaitu melalui perairan Laut Tengah. Karena perannya ini, maka Terusan Suez memiliki peranan yang sangat vital bagi kepentingan semua bangsa di dunia.
Peranan dari Terusan Suez sendiri menyangkut kepentingan dan kebutuhan sebagian besar bangsa-bangsa di dunia. Sehingga pada akhirnya Terusan Suez yang sangat vital ini diberi status international. Hal ini terjadi pada Konferensi Istambul yang diselenggarakan pada tahun 1888 dan dihadiri oleh Negara-negara pemilik saham dan Negara-negara lain yang banyak menggunakan jasa-jasa dari Terusan Suez. Yang kemudian menghasilkan persetujuan-persetujuan yang dijadikan sebagai jaminan tentang kebebasan berlayar di Terusan Suez.
DAFTAR PUSTAKA
Ojong, P.K. Perang Eropa I. 2006. Jakrata : Penerbit Buku Kompas.
Soebantardjo. Sari Sejarah.1929. Jogjakarta : Bopkri Gondokusuman.
Soeratman, Darsiti. Sedjarah Afrika Zaman Imperialisme Modern. 1965. Jogjakarta : Penerbit Vita.
Tim Penulis. Sejarah Umum 2 untuk SMA. 1981. Jakarta : Proyek Pengadaan Buku Pelajaran, Perpustakaan Dan Keterampilan SLU.
Tim Penulis. Sejarah Umum 2 untuk SMP. 1981. Jakarta : Proyek Pengadaan Buku Pelajaran, Perpustakaan Dan Keterampilan SLU.
Add comment Januari 5, 2010
ismawardah
JAWABAN SOAL FINAL TES EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH
Jawaban FINAL TES Evaluasi Pembelajaran Sejarah:
1. A. Tabel kisi- kisi prestasi belajar siswa:
|
No |
Pokok Bahasan |
No Soal |
Kategori Kognitif |
Jumlah |
|||||
|
C1 |
C2 |
C3 |
C4 |
C5 |
C6 |
||||
|
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
|||||
|
1
|
Peradaban lembah sungai Nil |
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 |
√ √ √ - - - - - - - |
- - - √ √ - - - - - |
- - - - - √ √ - - - |
- - - - - - - √ - - |
- - - - - - - - √ - |
- - - - - - - - - √ |
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 |
|
|
Jumlah |
|
3 |
2 |
2 |
1 |
1 |
1 |
10 |
Keterangan :
C1 : Pengetahuan
C2 : Pemahaman
C3 : Penerapan
C4 : Analisis
C5 : Sintesis
C6 : Evaluasi
Alat ukur prestasi belajar siswa diambil dan dikembangkan dari Kurikulum 2004 dan bersumber dari buku sejarah nasional Indonesia dan umum SMA untuk kelas X terbitan Erlangga dari pokok bahasan :
- Peradaban lembah sungai Nil
B. Soal-soal :
- Peradaban lembah sungai Nil terletak di benua…..
- Disebut apakah tulisan bangsa Mesir kuno yang berupa gambar-gambar segala macam makhluk hidup dan perlengkapan hidupnya…
- Raja pertama dari zaman kerajaan Mesir tua yaitu…
- Apakah yang dimaksud dengan Polytheisme…
- Obelisk adalah sebuah tugu batu yang didirikan oleh masyarakat Mesir yang digunakan untuk ….
- A. Fir’aun Ahmosis J D. Fir’aun Thutmosis III
- Mesir c. Afrika e. Amerika
- Asia d. India
- Pictograph c. Epictograph e. Heliograph
- Hieroglyph d. Holigraph
- Fir’aun Ahmosis c. Fir’aun Amenhotep e. Fir’aun Menes
- Fir’aun Thutmosis d. Fir’aun Pepi
- Percaya dan memuja satu dewa
- Percaya dan memuja patung
- Percaya dan memuja matahari
- Percaya dan memuja banyak dewa
- Percaya dan memuja hewan-hewan yang dianggap suci
- memuja dewa Amon-Ra (Dewa Bulan)
- memuja dewa Thot (dewa pengetahuan)
- Memuja dewa Seth (dewa penguasa kegelapan)
- Memuja dewa Apis (dewa berwujud binatang)
- Memuja dewa Zeus
B. Fir’aun Menes E. Fir’aun Aroenhotep II
C. Fir’aun Sesostris III F. Fir’aun Pepi I
Dari nama-nama raja Mesir diatas, yang merupakan raja Mesir pada zaman kerajaan Mesir baru, yaitu….
- A,B dan C c. A, B, dan E e. A, D, dan E
- D, E dan F d. A, B, dan F
- A. Arca C. Piramuda E. Limes
B. Spink D. Obelisk F. Pantheon
Bangunan-bangunan diatas yang bukan merupakan peninggalan banga Mesir kuni adalah …
- Arca, Spink dan Piramida d. Spink, Piramida dan Obelisk
- Arca, Limes dan Pantheon d. Spink, Piramida dan Pantheon
- Spink, Limes dan Pantheon
- Factor apa saja yang melatarbelakangi majunya peradaban Mesir kuno, salah satunya yakni…
- Disebut apakah bilamana masyarakat Mesikor kuno tidak percata dan memuja banyak dewa….
- Tanah yang tandas
- Tanah yang berlumpur
- Curah hujan yang tinggi
- Penduduk yang padat
- Lahan yang luas
- Polyheisme c. Trilotheisme e. Dinamisme
- Monotheisme d. Animisme
10. Sumbangan apa yang diberikan masyarakat Mesir yang tak ternilai harganya bagi perkembangan ilmu pengetahuan…
- Abjad c. nomor e. Rumus
- angka d. Harta
2. Validitas dan Reliabilitas soal diatas:
| No | Nama |
Skor Item |
Skor total | Genap-Ganjil | Genap- ganjil | XY | |||||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | X | Y | X² | Y² | ||||
| 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 |
A B C D E F G H I J |
1
1 1 0 1 1 1 1 0 1 |
0
0 1 1 1 0 1 0 0 1 |
1
1 1 0 1 1 0 1 1 0 |
0
1 1 0 1 0 1 11 0 |
1
1 0 1 1 0 1 1 0 0 |
1
0 1 1 0 1 1 01 1 |
0
0 0 0 0 1 1 1 1 1 |
00
1111 0 1 0 1 |
1
1110 1 1 11 0 |
1
1 1 1 1 0 0 0 1 1 |
6
6 8 6 7 6 7 7 6 6 |
4
3 3 2 3 4 4 5 3 2 |
2
3 5 4 4 2 3 2 3 4 |
16
9 9 4 9 16 16 25 9 4 |
4
9 25 16 16 4 9 4 9 4 |
8
9 15 8 12 8 12 10 9 8 |
| 33 | 32 | 117 | 112 | 99 | |||||||||||||
rXY= NΣXY – (ΣX) (ΣY)
√{NΣX² – (ΣX)²}{NΣY² – (ΣY)²}
= 10.99 – (33) (32)
√{10.117 – (33)²}{10.112 – (32)²}
= 990 – 1056
√{1170 – 1089}{1120 – 1024}
= - 66
√{81}{96}
= - 66
√7776
= - 66
88,18
= – 0,7
r11= 2 r ½ ½
1+ (r ½ ½)
= 2.- 0,7
1+ (0,7)
= - 1,4
1,7
= – 0,82
Add comment Juni 18, 2009
ismawardah
JAWABAN FINAL TES PENGATAR ANTROPOLOGI
Jawaban Final tes Pengantar Antropologi:
1. Memindai personality dibangun atas pilar pengetahaun, perasaan, dan nauluri dalam tindakan manusia:
Manusia merupakan makhluk yang berakal yang organismenya ditentukan oleh pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Dari tiga pilar; pengetahuan, perasaan, dan naluri dapat dibentuk cara berpikir seseorang, cara bertindak seseorang dan cara bertinkah lauknya, sehingga dapat terbentuk pola-pola yang baik maupun buruk mengenai berbagai macam hal yang berbeda-beda dalam lingkungan individu sesorang tersebut.
2. Tiga wujud kebudayaan terpindai pada kebudayaan suatu masyarakat:
- Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
- Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
- Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
3. Konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi, dalam memahamai masyarakat Banjar:
Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma ke bioma lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena overpopulasi. Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.
Masyarakat banjar adalah masyarakat yang tingkat sosialnya tinggi. Masyarakat banjar sangat ramah dan terbuka terhadap banyaknya macam ras pendatang dari daerah di luar Kalimantan Selatan. Masyarakat pendatang dari daerah lain disambut dengan lapang dada dan menganggap mereka tidak ada perbedaannya dengan masyarakat banjar sendiri. Masyarakat banjar juga dapat menerima berbagai macam kebudayaan masyarakat pendatang dan menghargai kebudayaan masyarakat pendatang tersebut. Masyarakat tidak jarang menampilkan kebudayaan yang dating, namun masih diselingi dengan kebudayaan banjar sendiri dan masih menonjolkan ciri khas masyarakat banjar. Misalkan saja dalam pakaian pengantin banjar sekarang: baju perempuannya menyerupai kebaya, tapi diselingi dengan asesoris cirri khas masyarakat banjar.
4. Tidak diragukan lagi, Indonesia adalah negara dengan sumberdaya alam melimpahruah, tetapi bagaiamana kita memahami dalam pandangan kaji kebudayan, kekayaan SDA tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai, karena bangsa Indonesia sudah terbiasa atau sudah menjadi budaya Indonesia sejak masa colonial penjajahan bangsa Barat, kurang bias untuk mengekplor SDA yang berlimpah ruah tersebut. Bangsa Indonesia mempunyai semboyan asalkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti makan, pakaian, tempat tinggal dan yang harta yang lebih tidak diperlukan lagi. Dan alas an utamanya, karena masyarakat Indonesia cenderung pemalas dan kurang berani mengambil resiko gagal dalam melakukan sesuatu.
5. Ditinjau dai kajian Teori Kebudayaan, penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan, dan atau, penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan, yaitu:
a. Para guru cenderung malas melakukan penemuan baru
b. Para guru takut gagal akan penemuan baru tersebut
c. para guru takut menanggung resiko di caci atau di hina kalau penemuan- penemuannya jelek.
Add comment Juni 17, 2009
ismawardah
SEKOLAH GRATIS
SEKOLAH MASIH TETAP MAHAL
(Kebijakan “Pendidikan Gratis 9 Tahun dari Pemerintah Republik Indonesia Tidak Berjalan Lancar)
Pada era reformasi seperti sekarang ini, kita sebagai bangsa Indonesia tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mengenyam pendidikan yang sudah sepantasnya kita terima. Bukan hanya di kota-kota besar saja terdapat sekolah-sekolah (SD, SMP, MTs, SMA, MA, SMK) dan Perguruan Tinggi (Universitas) negeri dan swasta, serta kursus-kursus (lembaga pendidikan) yang dapat dijadikan tempat untuk mengenyam pendidikan yang layak. Tapi sekarang di kabupaten-kabupaten juga sudah banyak terdapat tempat-tempat mengenyam pendidikan dan bahkan di desa-desa terpencil yang susah dijangkau juga sudah disediakan oleh pemerintah sekolah-sekolah, walaupun terbatas hanya sampai SMP saja. Hal ini menampakkan bahwa pemerintah Indonesia baik pusat ataupun daerah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia akan pendidikan yang layak sebagaiman dijelaskan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan:
a) Pemerintah Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
b) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu Sistem Pendidikan Nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.
Pemerintah pusat yang didukung oleh pemerintah daerah bukan hanya berupaya untuk memenuhi pendidikan-pendidikan yang layak dan sudah sewajarnya diterima oleh bangsa Indonesia. Seperti menyediakan fasilitas-fasilitas (gedung-gedung sekolah, kursi, bangku, buku-buku pelajaran dan perlengkapan yang menunjang proses pembelajaran lainnya), guru-guru, dan menentukan kurikulum. Pada tahun 2009 pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa Pendidikan 9 Tahun (Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama) digratiskan. Kebijakan pendidikan gratis ini diambil oleh pemerintah bertujuan supaya semua anak-anak (bangsa Indonesia), baik yang kaya ataupun yang miskin dapat memperoleh dan merasakan pendidikan secara merata, serta diharapkan seluruh bangsa Indonesia tidak ada lagi yang buta aksara (tidak bisa membaca) dan bangsa Indonesia tidak mudah dihasut oleh bangsa lain. Akan tetapi kebijakan “Pendidikan Gratis 9 Tahun” bagi sekolah-sekolah negeri yang diambil oleh pemerintah tidak berjalan lancar. Karena banyak sekolah-sekolah negeri di Indonesia yang kualitasnya dianggap lebih baik daripada sekolah swasta masih memungut iuran-iuran (biaya-biaya), seperti iuran masuk ke sekolah-sekolah tersebut atau disebut juga uang pangkal yang biasanya berjumlah cukup besar yang berkisar lebih dari Rp. 100.000,- dan bahkan di sekolah-sekolah negeri favorit uang pangkal yang harus dibayar orangtua atau wali siswa-siswi mencapai Rp. 1.000.000,-. Khusus di sekolah-sekolah negeri yang tergolong favorit, biasanya diterapkan tes dan standar nilai beberapa mata pelajaran sebagai persyaratan dapat masuk sekolah-sekolah negeri favorit ini. Jika merekacalon siswa-siswi tidak dapar memenuhi persyaratan, maka mereka bisa melalui jalur khusus yaitu dengan membayar uang pangkal (biaya masuk) yang lebih besar dan biasanya berkisar di atas Rp. 1.000.000, bahkan ada berkisar Rp.5.000.000, iuran-iuran tersebut sangat memberatkan bagi orangtua atau wali dari siswa-siswi yang tergolong tidak mampu (golongan bawah), walaupun iuran (biaya) bulanan tidak dipungut lagi. Selain iuran-iuran tersebut, di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, baik sekolah-sekolah negeri ataupun sekolah-sekolah swasta biasanya mengharuskan kepada siswa-siswinya untuk memiliki LKS (Lembar Kerja Siswa) semua mata pelajaran guna menunjang proses belajar-mengajar yang berlangsung di sekolah. Di samping, itu sekolah-sekolah swasta juga bahkan jauh lebih besar daripada iuran-iuran yang ditetapkan sekolah-sekolah negeri.
Dengan masih dipungutnya masih dipungutnya iuran-iuran (biaya-biaya) pendidikan tersebut, menyebabkan tidak semua orangtua atau wali murid mampu menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan sampai Perguruan Tinggi. Hanya orang-orang kaya dan orang-orang yang mampu saja yang dapat menyekolahkan anak-anak mereka sampai Perguruan Tinggi. Sedangkan orang-orang miskin tidak mampu untuk menyekolahkan anak mereka, jangankan menyekolahkan sampai Perguruan Tinggi sampai sekolah lulus SMP saja mereka tidak mampu. Hal ini karena pendidikan masih tetap dianggap mahal, walapun ada kebijakan dari pemerintah sekarang (di bawah Presiden Susilo Bambang Yudoyono) mengenai Pendidikan Gratis 9 Tahun. Semua ini tidak ada bedanya dengan pendidikan pada masa kolonial Belanda, bangsa pribumi yang boleh bersekolah hanyalah anak-anak dari golongan kaki tangan Belanda. Padahal semua bangsa Indonesia itu berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sebagaimana dipaparkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bab IV Hak dan kewajiban wrga Negara orangtua, masyarakat dan pemerintah pasal 5 ayat 1 “setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperolah pendidikan yang bermutu. Jadi pendidikan di Indonesia harus gratis sepenuhnya bukan hanya gratis dari biaya bulanan saja, tetapi jug biaya-biaya pendaftaran (uang pangkal) dan biaya-biaya lain dihapuskan. Pemerintah juga harus menindak lanjuti yaitu dengan member sanksi kepada bagi sekolah negeri yang masih memungut biaya-biaya tersebut dan menjual LKS kepada siswa. Pemerintah juga harus mengeluarkan dana yang lebih besar lagi bagi pendidikan. Guna terpenuhinya tujuan Negara Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang terdapat dalam batang tubuh UUD 1945.
Referensi :
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan Republik Indonesia. Jakarta ; 2003.
Add comment Mei 15, 2009
ismawardah
Sejarah
TUMBUH DAN PERKEMBANGANNYA ORGANISASI KOMUNIS
(PKI) DI INDONESIA
A. Awal dari Tumbuhnya Ideologi Komunis di Indonesia
Pada tahun 1913 (menjelang Perang Dunia I), seorang aktivis politik yang berhaluan Marxis berkebangsaan Belanda yang bernama H. J. F. M Sneevliet tiba di Hindia Belanda dari negeri Belanda. Sesampai di Indonesia, ia pada mulanya bekerja sebagai staf redaksi sebuah surat kabar milik sindikat perusahaan gula di Jawa Timur, lalu menjadi sekretaris di Semerangsche Handels Vereninging. Pada saat itu Sneevliet berhasil menanamkan pengaruhnya kedalam organisasi Vereniging Van Spoor en Tramsweg Personeel (VSTP) dan membawanya kearah aktivitas-aktivitas yang radikal yang menyebarluaskan marxisme di Hindia Belanda, antara lain melalui surat kabar VTSP “Devolhasding (Keyakinan)”. Selanjutnya, pada tahun 1914 bersama J.A. Brandsteder, H.W.Dekker dan P. Bergsma, Sneevliet mendirikan organisasi marxis yang pertama di Asia Tenggara dengan nama Indische social Demonratische Vereniging (ISDV) yang berhaluan sosialis (komunis). ISDV berhasil menerbitkan majalah Het Vrije Woord (Suara kebebasan) di Surabaya setahun kemudian sebagai media propaganda Marxisme. Tulisan-tulisan ini menyebarluaskan paham marxisme yang berhaluan sosialis bukan hanya di kalangan diantara merek saja, tapi menyebar ke masyarakat. Bahkan ISDV menyebarkan pengaruhnya ke dalam Sarekat Islam (SI) dengan cara memasukan anggota ISDV menjadi anggota SI dengan sistem “ Keanggotaan Rangkap” (anggota ISDV boleh menjadi anggota SI, begitu juga sebaliknya). Sehingga pada tahun 1917, Sneevliet dan kawan-kawannya telah mempunyai pengaruh yang kuat dikalangan anggota SI. Hal ini menjadikan kedudukan ISDV menjadi makin kuat dan pengaruh komunis makin merajalela di Hindia Belanda, terutama setelah kepemimpinan ISDV diambil alih Semaoen dan Darsono yang berhasil mememcah-belahkan SI.
B. PEMBERONTAKAN KOMUNIS PADA TAHUN 1926
Setelah berhasil menanamkan pengaruhnya di dalam tubuh SI yang cukup besar, maka PKI mulai memanfaatkan pengaruhnya untuk menggerakkan organisasi masa rakyat dengan menggunakan bendera SI untuk melakukan pergolakan fisik melawan pemerintah Hindia Belanda. Upaya PKI ini berhasil mencetuskan pergolakan diberbagai tempat, yaitu pada 12-14 Nopember 1926 di Kerisidenan Jakarta,12 Nopmever sampai 5 Desember di Banten, 12-18 Nopember 1926 di Priangan, 17-23 Nopember 1926 di Surakarta, 12 Nopember -15 Desmber 1926 di Kediri dan 1 januari-28 Februari 1927 di Silungkang (Sumatera Barat). Namun Pergolakan ini dapat diatasi oleh pemerintah Hindia Belanda dan banyak tokoh komunis-nasionalis yang ditangkap dan di penjarakan, bahkan ada yang dibuang Ke Digul tanah merah (Irian Jaya).
C. Pemberontakan Komunis (PKI) Pada tahun 1948
Di awal tahun 1948, gerakan komunisme mulai gencar dilakukan kembali dengan mendatangkan kembali Muso dan Suripno yang kemudian melakukan pemberontakan di daerah Madiun. Pada 1 september 1948 Comite Central Partai Komunis Indonesia (CC PKI) yang pertama dibentuk dengan Muso sebagai ketua PKI menggantikan Sardjono, sedangkan Politbiro dan MR. Amir Syarifuddin diangkat menjadi sekretaris urusan pertahanan. Selanjutnya para tokoh komunis gencar mengadakan aksi-aksi untuk mendisikreditikan pemerintah Republik Indonesia dan Moso didepan rakyat banyak senantiasa menggembor-gemborkan janji-janji muluk PKI, sedangkan para pegawai pemerintah yang bukan tokoh PKI dijadikan sasaran terornya (Nasution, 1992;21). Aksi-aksi kerusuhan yang dilakukan oleh PKI pada tahun 1948 berikutnya yaitu di Solo, dengan diwarnai aksi penculikan, terror bersenjata dan bahkan pembunuhan. Salah satu korban yang dibunuh yaitu Kolonel Soetarto dan dr. Mawardi di pimpinan barisan banteng yang tidak setuju dengan rencana pemberontakan PKI. Akhirnya, pada 18 September 1948 pukul 03.00 ketika perhatian TNI dan pemerintah RI terpusat ke masalah di Solo, dimulailah pemberontakan PKI di Madiun yang ditandai dengan tiga kali tembakan pistol (Nasution, 1992;22). Akan tetapi, pemberontakan ini dapat di tumpas oleh pasukan TNI pada tanggal 30 September 1948 dan kota Madiun dikuasai pemerintahan RI kembali. Pada tanggal 4 Desember 1948, Pimpinan PKI “MUSO” ditembak mati, lalu beberapa minggu kemudian Mr. Amir, Suripni dan petinggi PKI lainnya juga ditembak mati.
D. Pemberontakan Partai Komunis melalui gerakan 30 September
Setelah pemberontakan PKI pada 30 September 1948 berhasil ditumpaskan dan para pemimpinya banyak yang ditembak mati oelh TNI, organisasi komunis (PKI) masih dibiarkan hidup di Indonesia, walaupun dukungan rakyat telah berkurang dan ada beberapa tokoh pemimpin PKI yang masih hidup. Hal ini menguntungkan PKI, lalu PKI langsung berupaya kembali menyusup ke tubuh TNI (ABRI) dan beberapa tokoh PKI juga mulai berhasil menjadi anggota cabinet pemerintahan RI dibawah Soekarno lewat ide nasakom (nasionalis, agama dan komunis) pada tahun 1962. pada tahun 1965 PKI berupaya melakukan pemberontakan kembali tepatnya pada 30 September 1965. Dalam pemberontakan ini dibentuk biro khusus PKI untuk menjalankan 2 tahap yaitu 1) menyingkirkan para pentinggi AD (Angkatan Darat), lalu menggantinya dengan anggota dari PKI dan merebut pemerintahan RI, serta mengganti dasar Negara Pancasila dan UUD 1945 dengan ajaran komunis (Sodiq Mustafa, 2004:86). Dalam aksi penculikan yang dilakukan oleh PKI pada 1 Oktober 1965 berhasil diculik beberapa petinggi AD, diantaranya Letjen TNI A.Yani, Mayjen TNI (Soeprapto, Mayjen TNI S.Parman, Mayjen TNI Haryono M.T, Berigjen TNI Sutoyo. S, dan Brigjen TNI D.I Pandjaitan, sedangkan jenderal TNI A.H.Nasution berhasil lolos dari aksi penculikan ini. Keenam orang petinggi AD yang berhasil diculik dibawa ke lubang buaya dikalibata. Disini mereka disiksa, dibunuh dan kemudian dibuang kedalam sumur. Untuk menghilangkan jejak, sumur tersebut ditimbun dengan tanah dan sampah, lalu diatasnya ditanami pohon pisang.
E. Penumpasan Aksi Pemberontakan Partai Komunis (PKI) melalui gerakan 30 September
Setelah mengetahui aksi penculikan PKI terhadap beberapa orang petinggi AD, pangkostrad Mayjen TNI Soeharto berkeyakinan bahwa gerakan PKI bertujuan untuk menggulingkan dan merebut kekuasaan dari pemerintah R.I. bersadasarkan keyakinannya ini, Soeharto menggerakan personil markas kostrad dan satuan lainnya di Jakarta yang kontra terhadap PKI. Pada tanggal 1 Oktober 1965 pukul 17.20 studi RRI berhasil di kuasai oleh pasukan RPKAD dibawah pimpinan Soeharto dan kantor besar telkom juga dikuasai. Setelah Soeharto langsung menyampaikan berita tentang pemberontakan PKI dan pembunuhan terhadap beberapa orang petinggi AD. Pada 3 Oktober 1965 setelah mendengar kabar dari Soeharto, presiden Soekarno memberi tugas kepada Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban RI dan Soeharto diangkat sebagai panglima operasi pemulihan keamanan dan ketertiban. Karena merasa keamanan dan ketertiban RI masih terancam bayang-bayang komunis, maka pada tanggal 11 Maret 1966 dikeluarkan surat keputusan yang disebut “Supersemar” oleh Presiden Soekarno yang isinya menyerahkan tampuk kekuasaan RI kepada Soeharto demi keamanan dan keutuhan Negara Republik Indonesia.
Sumber :
- Gerakan 30 September ( Pemberontakan Partai Komunis Indonesia). 1994. Sekretariat Negara Republik Indonesia; Jakarta.
- Sodiq Mustafa, dkk. 2004. Sejarah untuk Kelas 3 SMA dan MA. Tiga Serangkai; Solo.
Add comment Mei 15, 2009
ismawardah
Sejarah
TUMBUH DAN PERKEMBANGANNYA ORGANISASI KOMUNIS
(PKI) DI INDONESIA
A. Awal dari Tumbuhnya Ideologi Komunis di Indonesia
Pada tahun 1913 (menjelang Perang Dunia I), seorang aktivis politik yang berhaluan Marxis berkebangsaan Belanda yang bernama H. J. F. M Sneevliet tiba di Hindia Belanda dari negeri Belanda. Sesampai di Indonesia, ia pada mulanya bekerja sebagai staf redaksi sebuah surat kabar milik sindikat perusahaan gula di Jawa Timur, lalu menjadi sekretaris di Semerangsche Handels Vereninging. Pada saat itu Sneevliet berhasil menanamkan pengaruhnya kedalam organisasi Vereniging Van Spoor en Tramsweg Personeel (VSTP) dan membawanya kearah aktivitas-aktivitas yang radikal yang menyebarluaskan marxisme di Hindia Belanda, antara lain melalui surat kabar VTSP “Devolhasding (Keyakinan)”. Selanjutnya, pada tahun 1914 bersama J.A. Brandsteder, H.W.Dekker dan P. Bergsma, Sneevliet mendirikan organisasi marxis yang pertama di Asia Tenggara dengan nama Indische social Demonratische Vereniging (ISDV) yang berhaluan sosialis (komunis). ISDV berhasil menerbitkan majalah Het Vrije Woord (Suara kebebasan) di Surabaya setahun kemudian sebagai media propaganda Marxisme. Tulisan-tulisan ini menyebarluaskan paham marxisme yang berhaluan sosialis bukan hanya di kalangan diantara merek saja, tapi menyebar ke masyarakat. Bahkan ISDV menyebarkan pengaruhnya ke dalam Sarekat Islam (SI) dengan cara memasukan anggota ISDV menjadi anggota SI dengan sistem “ Keanggotaan Rangkap” (anggota ISDV boleh menjadi anggota SI, begitu juga sebaliknya). Sehingga pada tahun 1917, Sneevliet dan kawan-kawannya telah mempunyai pengaruh yang kuat dikalangan anggota SI. Hal ini menjadikan kedudukan ISDV menjadi makin kuat dan pengaruh komunis makin merajalela di Hindia Belanda, terutama setelah kepemimpinan ISDV diambil alih Semaoen dan Darsono yang berhasil mememcah-belahkan SI.
B. PEMBERONTAKAN KOMUNIS PADA TAHUN 1926
Setelah berhasil menanamkan pengaruhnya di dalam tubuh SI yang cukup besar, maka PKI mulai memanfaatkan pengaruhnya untuk menggerakkan organisasi masa rakyat dengan menggunakan bendera SI untuk melakukan pergolakan fisik melawan pemerintah Hindia Belanda. Upaya PKI ini berhasil mencetuskan pergolakan diberbagai tempat, yaitu pada 12-14 Nopember 1926 di Kerisidenan Jakarta,12 Nopmever sampai 5 Desember di Banten, 12-18 Nopember 1926 di Priangan, 17-23 Nopember 1926 di Surakarta, 12 Nopember -15 Desmber 1926 di Kediri dan 1 januari-28 Februari 1927 di Silungkang (Sumatera Barat). Namun Pergolakan ini dapat diatasi oleh pemerintah Hindia Belanda dan banyak tokoh komunis-nasionalis yang ditangkap dan di penjarakan, bahkan ada yang dibuang Ke Digul tanah merah (Irian Jaya).
C. Pemberontakan Komunis (PKI) Pada tahun 1948
Di awal tahun 1948, gerakan komunisme mulai gencar dilakukan kembali dengan mendatangkan kembali Muso dan Suripno yang kemudian melakukan pemberontakan di daerah Madiun. Pada 1 september 1948 Comite Central Partai Komunis Indonesia (CC PKI) yang pertama dibentuk dengan Muso sebagai ketua PKI menggantikan Sardjono, sedangkan Politbiro dan MR. Amir Syarifuddin diangkat menjadi sekretaris urusan pertahanan. Selanjutnya para tokoh komunis gencar mengadakan aksi-aksi untuk mendisikreditikan pemerintah Republik Indonesia dan Moso didepan rakyat banyak senantiasa menggembor-gemborkan janji-janji muluk PKI, sedangkan para pegawai pemerintah yang bukan tokoh PKI dijadikan sasaran terornya (Nasution, 1992;21). Aksi-aksi kerusuhan yang dilakukan oleh PKI pada tahun 1948 berikutnya yaitu di Solo, dengan diwarnai aksi penculikan, terror bersenjata dan bahkan pembunuhan. Salah satu korban yang dibunuh yaitu Kolonel Soetarto dan dr. Mawardi di pimpinan barisan banteng yang tidak setuju dengan rencana pemberontakan PKI. Akhirnya, pada 18 September 1948 pukul 03.00 ketika perhatian TNI dan pemerintah RI terpusat ke masalah di Solo, dimulailah pemberontakan PKI di Madiun yang ditandai dengan tiga kali tembakan pistol (Nasution, 1992;22). Akan tetapi, pemberontakan ini dapat di tumpas oleh pasukan TNI pada tanggal 30 September 1948 dan kota Madiun dikuasai pemerintahan RI kembali. Pada tanggal 4 Desember 1948, Pimpinan PKI “MUSO” ditembak mati, lalu beberapa minggu kemudian Mr. Amir, Suripni dan petinggi PKI lainnya juga ditembak mati.
D. Pemberontakan Partai Komunis melalui gerakan 30 September
Setelah pemberontakan PKI pada 30 September 1948 berhasil ditumpaskan dan para pemimpinya banyak yang ditembak mati oelh TNI, organisasi komunis (PKI) masih dibiarkan hidup di Indonesia, walaupun dukungan rakyat telah berkurang dan ada beberapa tokoh pemimpin PKI yang masih hidup. Hal ini menguntungkan PKI, lalu PKI langsung berupaya kembali menyusup ke tubuh TNI (ABRI) dan beberapa tokoh PKI juga mulai berhasil menjadi anggota cabinet pemerintahan RI dibawah Soekarno lewat ide nasakom (nasionalis, agama dan komunis) pada tahun 1962. pada tahun 1965 PKI berupaya melakukan pemberontakan kembali tepatnya pada 30 September 1965. Dalam pemberontakan ini dibentuk biro khusus PKI untuk menjalankan 2 tahap yaitu 1) menyingkirkan para pentinggi AD (Angkatan Darat), lalu menggantinya dengan anggota dari PKI dan merebut pemerintahan RI, serta mengganti dasar Negara Pancasila dan UUD 1945 dengan ajaran komunis (Sodiq Mustafa, 2004:86). Dalam aksi penculikan yang dilakukan oleh PKI pada 1 Oktober 1965 berhasil diculik beberapa petinggi AD, diantaranya Letjen TNI A.Yani, Mayjen TNI (Soeprapto, Mayjen TNI S.Parman, Mayjen TNI Haryono M.T, Berigjen TNI Sutoyo. S, dan Brigjen TNI D.I Pandjaitan, sedangkan jenderal TNI A.H.Nasution berhasil lolos dari aksi penculikan ini. Keenam orang petinggi AD yang berhasil diculik dibawa ke lubang buaya dikalibata. Disini mereka disiksa, dibunuh dan kemudian dibuang kedalam sumur. Untuk menghilangkan jejak, sumur tersebut ditimbun dengan tanah dan sampah, lalu diatasnya ditanami pohon pisang.
E. Penumpasan Aksi Pemberontakan Partai Komunis (PKI) melalui gerakan 30 September
Setelah mengetahui aksi penculikan PKI terhadap beberapa orang petinggi AD, pangkostrad Mayjen TNI Soeharto berkeyakinan bahwa gerakan PKI bertujuan untuk menggulingkan dan merebut kekuasaan dari pemerintah R.I. bersadasarkan keyakinannya ini, Soeharto menggerakan personil markas kostrad dan satuan lainnya di Jakarta yang kontra terhadap PKI. Pada tanggal 1 Oktober 1965 pukul 17.20 studi RRI berhasil di kuasai oleh pasukan RPKAD dibawah pimpinan Soeharto dan kantor besar telkom juga dikuasai. Setelah Soeharto langsung menyampaikan berita tentang pemberontakan PKI dan pembunuhan terhadap beberapa orang petinggi AD. Pada 3 Oktober 1965 setelah mendengar kabar dari Soeharto, presiden Soekarno memberi tugas kepada Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban RI dan Soeharto diangkat sebagai panglima operasi pemulihan keamanan dan ketertiban. Karena merasa keamanan dan ketertiban RI masih terancam bayang-bayang komunis, maka pada tanggal 11 Maret 1966 dikeluarkan surat keputusan yang disebut “Supersemar” oleh Presiden Soekarno yang isinya menyerahkan tampuk kekuasaan RI kepada Soeharto demi keamanan dan keutuhan Negara Republik Indonesia.
Sumber :
- Gerakan 30 September ( Pemberontakan Partai Komunis Indonesia). 1994. Sekretariat Negara Republik Indonesia; Jakarta.
- Sodiq Mustafa, dkk. 2004. Sejarah untuk Kelas 3 SMA dan MA. Tiga Serangkai; Solo.
Add comment Mei 15, 2009
ismawardah
jawaban midle tes evaluasi pembelajaran sejarah
- Perbedaan mendasar antara tes, pengukuran, dan evaluasi :
Tes adalah suatu tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butirnya mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.
Pengukuran adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris. Proses pengumpulan ini dilakukan untuk menaksir apa yang telah diperoleh siswa setelah mengikuti pelajaran selama waktu tertentu. Proses ini dapat dilakukan dengan mengamati kinerja mereka, mendengarkan apa yang mereka katakan serta mengumpulkan informasi yang sesuai dengan tujuan melalui apa yang telah dilakukan siswa.
Evaluasi adalah ) merupakan proses yang sistematis tentang mengumpulkan, menganalisis dan menafsirkan informasi untuk menentukan sejauhmana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa.
Perbedaan antara tes, pengukuran dan evaluasi:
Tes hanya sebagai media digunakan untuk memperoleh skor dari seorang yang kita uji, dengan ketentuan salah dan benar serta dapat memberikan informasi kualitatif maupun kuantitatif. Dan pengukuran digunakan untuk mengkategorikan seseorang masuk dalam kelompok tertentu yang diperoleh dari hasil tes. Sedangkan evaluasi dapat memberikan nilai tentang kualitas sesuatu secara menyeluruh dan menentukan kelulusan seseorang dalam satu hal.
2. Kaitan antara tujuan, bahan, metode pembelajarn dengan evaluasi, yaitu tujuan pengajaran yang hendak dicapai di sekolah mempunyai kaitan dengan bahan yang hendak diberikan dan metode belajar-mengajar yang dipakai guru dalam proses belajar mengajar dan sejauh mana keberhasilan guru memberikan materi dan sejauh mana murid menyerap materi yang disajikan itu dapat diperoleh informasinya dengan evaluasi.
3. Instrumen adalah perangkat ‘ilmiah’ untuk menentukan berhasi atau tidak, teracapai atau tidak dan terlaksana atau tidak rangkaian pendidikan atau tujuan pembelajaran. Instrumen juga diartikan sebagai alat untuk mengukur kemampuan seseorang biasanya berbentuk soal. Baik soal tersebut berbentuk pilihan ganda, uraian dan memasangkan atau mencocokan.
Pra-syarat yang dilalui oleh instrument sebelum sebelum instumen diberlakukan tes:
-
- Menetapkan tujuan tes ( tujuan yang ingin di capai)
- Validitas (soal yang akan diujikan bisa mengukur apa yang ingin diukur)
- Realibilitas (hasil nilainya sama atau tidak begitu jauh, bila soal tersebut diujikan lebih satu kali kepada satu siswa dikelas yang sama)
- Praktikabilitas (mudah dilaksanakan)
- Ekonomis (dalam menyelenggarakan tes hendaknya tidak menggunakan banyak biaya ( tidak mahal) bagi guru atau bagi murid)
4. Praktik UN SMP/MT,SMA/MA dimana hanya sebagian saja mata pelajaran yang diujikan sementara yang lainnya diabaikan, kira-kira bagaimana logika evaluatifnya Praktik UN SMP/MT-SMA/MA dimana hanya sebagian saja mata pelajaran yang diujikan sementara yang lainnya diabaikan, logika evaluatifnya, berarti sia-sia saja selama 6 tahun (jika di SD) dan 3 tahun (jika di SMP dan SMA) mempelajari mata pelajaran yang tidak di UAN kan tersebut. Dan juga menurut saya pemerintah itu seakan tidak punya pendirian, karena mereka sendiri yang menentukanj dan membuat kurikulum mata pelajaran yang di ajarkan di sekolah (SD, SMP, SMA) dan malah mereka menentukan cuma beberapa mata pelajaran yang di UAN kan. Menurut saya lebih baik pemerintah menetapkan kurikulum yang isinya cuma beberapa mata pelajaran yang di UAN kan itu saja.
5. Dalam prinsip evaluasi ada lima faktor yang menjadi penentu:
-
- Keterpaduan
- Keterlibatan Siswa
- Koherensi
- Pedagogis
- Akuntabilitas
Dalam kasus dari soal tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian dilakukan tanpa memuat faktor keterlibatan siswa, karena siswa diatas hanya memenuhi persyaratan nilai akademis yang memuaskan saja tidak melihat faktor keterlibatan siswa selama kegiatan pembelajaran.
Add comment April 15, 2009
ismawardah
JAWABAN MIDLE TES ANTROPOLOGI
Jawaban soal middle tes Antropologi:
1. Tujuan Saya mempelajari antropologi yaitu:
Tujuan utama: untuk memenuhi kredit mata kuliah yang harus di ambil untuk bias menjadi seorang sarjan pendidikan sejarah. Alamanfaat pratisnya
Tujuan lainnya: untuk mempelajari tentang antropologi, apa saja yang di bahas dalam antropologi. Antropologi juga merupakan sebagai ilmu bantu dalam sejarah.
2. 4 fase perkemabangan antropologi menurut Koentjara Ningrat beserta cirinnya masing-masing:
Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an)
Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat, atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnografi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa. Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi.
Fase Kedua (tahun 1800-an)
Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya. Pada fase ini, Antopologi bertujuan akademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
Fase Ketiga (awal abad ke-20)
Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial.
Fase Keempat (setelah tahun 1930-an)
Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa, Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung.Namun pada saat itu juga, muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun. Proses-proses perubahan tersebut menyebabkan perhatian ilmu antropologi tidak lagi ditujukan kepada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi juga kepada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa seperti suku bangsa Soami, Flam dan Lapp.
3. Secara esensial dan obyektif perbedaan antara pattern of behavior dengan pattern of action :
kelakuan manusia pada khususnya yaitu yang di tentukan oleh naluri, dorongan-dorongan , reflek-reflek atau kelakuan yang lepas dari akal dan jiwanya sedangkan pattern of action itu berupa tindakan-tindakan yang sudah terakamodir dan tidak terakamodir yang ketika menghadapi permasalahan-permasalahan.
4. 3 pilar utama yang menentukan kepribadian:
Pengetahuan adalah unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam otaknya. Setiap individu manusia yang dalam keadaan sadar tentunya akan memiliki pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah segala hal atau pemikiran yang yang ada dalam otak manusia. Pengetahuan ditimbulkan oleh rasa ingin tahu yang dimiliki manusia akan kondisi yang ada di sekitarnya sehingga ia bisa mengatasi kondisi tersebut demi keberlangsungan hidupnya.
Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif.Jadi perasaan yang dimiliki oleh manisia itu yang dipengaruhi oleh pengetahuannya akan terbentuk dalam suatu bentuk nilai yaitu positif dan negatif.
Persaan merupakan suatu unsur dari kepribadian yang dimiliki oleh manusia.Perasaan yang dimiliki oleh manusia terdiri dari berbagai macam perasaan. Akan tetapi perasaan yang dimiliki oleh manusia juga bisa terjadi setiap saat dalam kehidupnya.
Naluri
Naluri adalah sesuatu keinginan/ dorongan yang memang sejak dilahirkan ke dunia sudah dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Tanpa memiliki naluri makhluk hidup tidak dapat menjalani kehidupannya dengan sewajarnya.
5. Wujud kebudayaan merupakan suatu sistem dari suatu ide-ide dan konsep-konsep dari wujud kebudayaan sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola. Wujud kebudayaan terdiri dari sistem budaya, sistem sosial, dan wujud fisik.
1. Wujud yang paling utama adalah wujud ideal dari kebudayaan sebagai suatu kompkleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma peraturan dan sebagainya. wujud ini adalah wujud ideal dari kebudayaan. Disebutkan bahwa wujud kebudayaan ini adalah sistem budaya karna gagasan dan pikiran tersebut tidak merupakan kepingan-kepingan yang terlepas, melainkan saling berkaitan berdasarkan asas-asas yang erat hubungannya sehingga menjadi sistem gagasan dan pikiran yang relatif mantap dan berkelanjutan. Sifatnya abstrak, tidak dapat di raba atau di foto.
2. Wujud kedua sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud ini merupakan wujud kebudayaan yang di sebut sistem sosial.Sistem sosial ini tidak dapat melepaskan diri dari sistem budaya.
3. Wujud kebudayaan yang ketiga sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud ini merupakan wujud kebudayaan sebagai wujud fisik dan tidak memerlukan banyak penjelasan. Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai pengguna peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.
Add comment April 15, 2009
ismawardah
| Previous Posts |