SEKOLAH GRATIS

Mei 15, 2009 ismawardah

SEKOLAH MASIH TETAP MAHAL

(Kebijakan “Pendidikan Gratis 9 Tahun dari Pemerintah Republik Indonesia Tidak Berjalan Lancar)

Pada era reformasi seperti sekarang ini, kita sebagai bangsa Indonesia tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mengenyam pendidikan yang sudah sepantasnya kita terima. Bukan hanya di kota-kota besar saja terdapat sekolah-sekolah (SD, SMP, MTs, SMA, MA, SMK) dan Perguruan Tinggi (Universitas) negeri dan swasta, serta kursus-kursus (lembaga pendidikan) yang dapat dijadikan tempat untuk mengenyam pendidikan yang layak. Tapi sekarang di kabupaten-kabupaten juga sudah banyak terdapat tempat-tempat mengenyam pendidikan dan bahkan di desa-desa terpencil yang susah dijangkau juga sudah disediakan oleh pemerintah sekolah-sekolah, walaupun terbatas hanya sampai SMP saja. Hal ini menampakkan bahwa pemerintah Indonesia baik pusat ataupun daerah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia akan pendidikan yang layak sebagaiman dijelaskan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan:

a)        Pemerintah Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

b)        Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu Sistem Pendidikan Nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

Pemerintah pusat yang didukung oleh pemerintah daerah bukan hanya berupaya untuk memenuhi pendidikan-pendidikan yang layak dan sudah sewajarnya diterima oleh bangsa Indonesia. Seperti menyediakan fasilitas-fasilitas (gedung-gedung sekolah, kursi, bangku, buku-buku pelajaran dan perlengkapan yang menunjang proses pembelajaran  lainnya), guru-guru, dan menentukan kurikulum. Pada tahun 2009 pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa Pendidikan 9 Tahun (Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama) digratiskan. Kebijakan pendidikan gratis ini diambil oleh pemerintah bertujuan supaya semua anak-anak (bangsa Indonesia), baik yang kaya ataupun yang miskin dapat memperoleh dan merasakan pendidikan secara merata, serta diharapkan seluruh bangsa Indonesia tidak ada lagi yang buta aksara (tidak bisa membaca) dan bangsa Indonesia tidak mudah dihasut oleh bangsa lain. Akan tetapi kebijakan “Pendidikan Gratis 9 Tahun” bagi sekolah-sekolah negeri yang diambil oleh pemerintah tidak berjalan lancar. Karena banyak sekolah-sekolah negeri di Indonesia yang kualitasnya dianggap lebih baik daripada sekolah swasta masih memungut iuran-iuran (biaya-biaya), seperti iuran masuk ke sekolah-sekolah tersebut atau disebut juga uang pangkal yang biasanya berjumlah cukup besar yang berkisar lebih dari Rp. 100.000,- dan bahkan di sekolah-sekolah negeri favorit uang pangkal yang harus dibayar orangtua  atau wali siswa-siswi mencapai Rp. 1.000.000,-. Khusus di sekolah-sekolah negeri yang tergolong favorit, biasanya diterapkan tes dan standar nilai beberapa mata pelajaran sebagai persyaratan dapat masuk sekolah-sekolah negeri favorit ini. Jika merekacalon siswa-siswi  tidak dapar memenuhi persyaratan, maka mereka bisa melalui jalur khusus yaitu dengan membayar uang pangkal (biaya masuk) yang lebih besar dan biasanya berkisar di atas Rp. 1.000.000, bahkan ada berkisar Rp.5.000.000, iuran-iuran tersebut sangat memberatkan bagi orangtua atau wali dari siswa-siswi yang tergolong tidak mampu (golongan bawah), walaupun iuran (biaya) bulanan tidak dipungut lagi. Selain iuran-iuran tersebut, di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, baik sekolah-sekolah negeri ataupun sekolah-sekolah swasta biasanya mengharuskan kepada siswa-siswinya untuk memiliki LKS (Lembar Kerja Siswa) semua mata pelajaran guna menunjang proses belajar-mengajar yang berlangsung di sekolah. Di samping, itu sekolah-sekolah swasta juga bahkan jauh lebih besar daripada iuran-iuran yang ditetapkan sekolah-sekolah negeri.

Dengan masih dipungutnya masih dipungutnya iuran-iuran (biaya-biaya) pendidikan tersebut, menyebabkan tidak semua orangtua atau wali murid mampu menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan sampai Perguruan Tinggi. Hanya orang-orang kaya dan orang-orang yang mampu saja yang dapat menyekolahkan anak-anak mereka sampai Perguruan Tinggi. Sedangkan orang-orang miskin tidak mampu untuk menyekolahkan anak mereka, jangankan menyekolahkan sampai Perguruan Tinggi sampai sekolah lulus SMP saja mereka tidak mampu. Hal ini karena pendidikan masih tetap dianggap mahal, walapun ada kebijakan dari pemerintah sekarang (di bawah Presiden Susilo Bambang Yudoyono) mengenai Pendidikan Gratis 9 Tahun. Semua ini tidak ada bedanya dengan pendidikan pada masa kolonial Belanda, bangsa pribumi yang boleh bersekolah hanyalah anak-anak dari golongan kaki tangan Belanda. Padahal semua bangsa Indonesia itu berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sebagaimana dipaparkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bab IV Hak dan kewajiban wrga Negara orangtua, masyarakat dan pemerintah pasal 5 ayat 1 “setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperolah pendidikan yang bermutu. Jadi pendidikan di Indonesia harus gratis sepenuhnya bukan hanya gratis dari biaya bulanan saja, tetapi jug biaya-biaya pendaftaran (uang pangkal) dan biaya-biaya lain dihapuskan. Pemerintah juga harus menindak lanjuti yaitu dengan member sanksi kepada bagi sekolah negeri yang masih memungut biaya-biaya tersebut dan menjual LKS kepada siswa. Pemerintah juga harus mengeluarkan dana yang lebih besar lagi bagi pendidikan. Guna terpenuhinya tujuan Negara Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang terdapat dalam batang tubuh UUD 1945.

Referensi :

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Departemen Pendidikan Republik Indonesia. Jakarta ; 2003.

About these ads

Entry Filed under: 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Halaman

Kategori

Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: