Mata kuliah penelitian(Budaya banjar)

Desember 5, 2008 ismawardah

TRADISI “BAAYUN (ANAK)”

Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terdiri atas banyak provinsi yang mempunyai beraneka ragam perbedaan, mulai dari perbedaan suku, ras, warna kulit, bahasa, hingga kebudayaan tiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan tentunya memiliki keunikan tersendiri.

Di provinsi kita Kalimantan yang beribu kota Banjarmasin, juga memiliki begitu banyak budaya atau tradisi, mulai dari budaya yang masih dilestarikan hingga sekarang sampai kebudayaan yang sudah mulai di tinggalkan. Salah satu kebudayaan yang ada di Banjarmasin yaitu Budaya atau Tradisi BAAYUN (ANAK) yang hingga zaman sekarang masih dilestarikan sebagian besar masyarakat Banjar. Tradisi Baayun (Anak) ini sudah dilakasanakan oleh masyarakat Banjar sejak zaman dulu hingga sekarang. Tradisi Baayun (anak) ini dilaksanakan ketika anak (Bayi) berusia antara 2 bulan sampai 1 tahun. Baayun (Anak) ini biasanya dilaksanakan diiringi dengan membaca shalawat-shalawat Nabi besar Muhammad SAW yang diirigi dengan musik terbang hadrah.

1) Pelaksanaan Acara BAAYUN (ANAK)

Acara Baayun (anak) ini biasanya dimulai dengan membacakan Shalawat-shalawat nabi besar Muhammad SAW yang diiringi dengan alunan musik terbang hadrah.

Seiring dengan pembacaan shalawat-shalawat tersebut anak (bayi) yang hendak di ayun dimasukkan kedalam ayunan yang berada ditengah-tengah para tamu sampai pada saat pembacaan “asrakal” anak (bayi) baru boleh diankat dari ayunan. Akan tetapi jika anak (bayi) tersebut menagis, boleh diangkat dari ayunan. Dan ketika pembacaan “asrakal” orang tua (ayah) si anak (bayi) mulai melemparkan uang receh di tengah-tengah para tamu untuk di perebutkan oleh para tamu undangan yang berhadir. Selain memperebutkan uang recehan para tamu undangan juga mulai memperebutkan pisang (amas) dan kue beras yang digantung di kedua belah simpul tali (penghubung ayunan dengan tali). Setelah acara rebutan uang receh beserta pisang (amas) dan kue baras selesai, anak (bayi) baru diletakkan kembali kedalam ayunan sambil sesekali di ayun oleh orang tuanya (ayahnya) sampai acara pembacaan shalawat selesai baru anak (bayi) boleh diambil dari ayunan.

2) Pembuatan Ayunan

Ayunan untuk acara BAAYUN (ANAK) ini di buat dengan menggunakan kain panjang sekitar 2,5 meter dan lebar 1,2 meter atau yang disebut tapih bahalai (bahasa banjar) sebanyak 3 lapis. Kedua belah kain tersebut diikat dengan tali yang kuat, dan diantara kedua tali diberi kayu ringan (agar anak tidak mudah terjatuh). Kayu penghubung tersebut diberi hiasan dari kain warna-warni yang di bentuk gelembung-gelembung. Dikedua simpul tali pengikat ayunan diberi hiasan kembang kering yang terbuat dari daun kelapa (ada yang berbentuk cambuk, bunga melati, ular, keris) dan di kedua belah simpul pengikat tersebut djgantung pisang 2 sisir dan kue beras (masing-masing 1 tiap simpul pengikat).

BAAYUN (ANAK) adalah kebudayaan banjar yang patut dilestarikan, karena merupakan ciri khas masyarakat banjar. Semoga saja kebudayaan BAYUN (ANAK) ini tdak akan musnah dimakan zaman dan tetap terus di laksanakan oleh masyarakat Banjar, bukan hanya yang tinggal di pedesaan, tapi juga masyarakat di kota.

Entry Filed under: BUDAYA BANJAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Desember 2008
S S R K J S M
    Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: