Budaya kalimantan

Januari 19, 2009 ismawardah

TRADISI UPACARA TIWAH

Di Kalimantan Tengah (Kalteng) dikenal tradisi upacara tiwah yaitu Upacara kematian bagi penganut Hindu Kaharingan. Tiwah hingga kini tetap menjadi budaya sekaligus identitas masyarakat Dayak Kaharingan. Dimana ada Dayak Kaharingan maka di situ ada upacara tiwah. Namun identitas itu kini mulai banyak hambatan untuk diselenggarakan. Padahal, sebagai identitas budaya, tiwah bukan sekadar seremonial belaka.
Dalam upara Tiwah ini berbagai perangkat upacara yang kental budaya Dayak Ngaju diletakkan di lapangan. Sangkai Raya tepat ada di tengah yang menjadi pusat kegiatan, disampingnya ada Senggaran, tempat meletakkan sesaji kepala kerbau.
Sepasang patung Sapundu digunakan untuk mengikat hewan kurban. Kemudian di ujung lapangan dibangun gubuk yang disebut Balai Nyahu, tempat meletakkan tulang belulang leluhur setelah diangkat dari kuburnya.
Di ujungnya lagi dipasang 24 bendera yang disebut Anjung-anjung, melambangkan jumlah leluhur yang ditiwahkan. Masih di lapangan itu juga dibangun Sandung, tempat khusus bagi tulang belulang yang sudah dibersihkan. Dan perangkat upacara, tari-tarian magis, serta semua hal yang serba tradisonal di upacara itu kental nuansa adat Dayak Kalteng.
Untuk hewan yang akan disajikan kepada para tamu, misalnya tamu muslim, maka hewan itu disembelih oleh muslim di desa itu agar mereka bisa ikut makan daging.
Tiwah merupakan potret kerukunan dan kebersamaan Dayak Kalteng dalam memandang pluralisme. Tiwah juga bisa menjadi sistem penyangga sosial masyarakat sekitar karena adanya sistem timbal balik (resiprokal) dalam pelaksanaannya. Warga sekitar yang mendengar ada warga lain yang melaksanakan tiwah pasti dia akan membawa laluhan atau sumbangan. Sumbangan itu bisa berupa beras bisa juga berupa hewan ternak. Di kemudian hari jika orang yang menyumbang itu menggelar tiwah maka warga lainnya yang telah disumbang juga harus memberi laluhan yang sama, semua itu diselenggarakan secara khusus melalui upacara laluhan.
Karena itu, kearifan budaya tradisional yang tercermin dari pelaksanaan tiwah itu harus diselamatkan dan dilestarikan. Kalau perlu pemerintah turun tangan untuk ikut melestarikannya dengan ikut memfasilitasi serta membantu biaya tiwah.
Upacara kematian tiwah ini hanya bisa ditemukan di Kalteng. Di Bali memang ada upacara ngaben yang mirip, namun upacara tiwah walaupun memiliki kesamaan dengan ngaben tetap saja berbeda terutama dalam ritualnya.
Upacara tiwah hingga kini di berbagai pedalaman Kalteng masih berlangsung dan tetap lestari. “Tiwah di Kalteng ini masih tetap ada, hanya saja namanya berbeda di masing-masing daerah aliran sungai. Tiwah biasanya digelar oleh suku Dayak Ngaju yang hidup di pedalaman Kalteng di daerah aliran Sungai Kahayan, Sungai Kapuas, Sungai Mentaya, dan Sungai Seruyan. Tiwah ini dapat dikatakan memiliki komunitas lebih banyak dibanding prosesi kematian lainnya.
Dayak Ma’anyan dan Lawangan yang hidup di sepanjang daerah aliran Sungai Barito dan sekitarnya. Seabagian Dayak di tepi Uacara kematian dengan nama Jambe digelar Sungai Barito yaitu dari Dayak Taboyan, Bayan, Dusun, dan Bentian menggelar tiwah dengan sebutan wara.
Perbedaan itulah yang membuat tiwah semakin unik sebagai aset budaya, masing-masing daerah memiliki nama dan ritual berbeda namun esensinya sama. Banyaknya ragam upacara adat kematian menjadikan Kalteng kaya dengan budaya.


Entry Filed under: Kebudayaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: