JAWABAN MIDLE TES ANTROPOLOGI

April 15, 2009 ismawardah

Jawaban soal middle tes Antropologi:

1. Tujuan Saya mempelajari antropologi yaitu:

Tujuan utama: untuk memenuhi kredit mata kuliah yang harus di ambil untuk bias menjadi seorang sarjan pendidikan sejarah. Alamanfaat pratisnya

Tujuan lainnya: untuk mempelajari tentang antropologi, apa saja yang di bahas dalam antropologi. Antropologi juga merupakan sebagai ilmu bantu dalam sejarah.

2. 4 fase perkemabangan antropologi menurut Koentjara Ningrat beserta cirinnya masing-masing:

Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an)

Sekitar abad ke-1516, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat, atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnografi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa. Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi.

Fase Kedua (tahun 1800-an)

Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya. Pada fase ini, Antopologi bertujuan akademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.

Fase Ketiga (awal abad ke-20)

Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial.

Fase Keempat (setelah tahun 1930-an)

Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa, Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung.Namun pada saat itu juga, muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun. Proses-proses perubahan tersebut menyebabkan perhatian ilmu antropologi tidak lagi ditujukan kepada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi juga kepada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa seperti suku bangsa Soami, Flam dan Lapp.

3. Secara esensial dan obyektif perbedaan antara pattern of behavior dengan pattern of action :
kelakuan manusia pada khususnya yaitu yang di tentukan oleh naluri, dorongan-dorongan , reflek-reflek atau kelakuan yang lepas dari akal dan jiwanya sedangkan pattern of action itu berupa tindakan-tindakan yang sudah terakamodir dan tidak terakamodir yang ketika menghadapi permasalahan-permasalahan.

4. 3 pilar utama yang menentukan kepribadian:

Pengetahuan adalah unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam otaknya. Setiap individu manusia yang dalam keadaan sadar tentunya akan memiliki pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah segala hal atau pemikiran yang yang ada dalam otak manusia. Pengetahuan ditimbulkan oleh rasa ingin tahu yang dimiliki manusia akan kondisi yang ada di sekitarnya sehingga ia bisa mengatasi kondisi tersebut demi keberlangsungan hidupnya.

Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif.Jadi perasaan yang dimiliki oleh manisia itu yang dipengaruhi oleh pengetahuannya akan terbentuk dalam suatu bentuk nilai yaitu positif dan negatif.

Persaan merupakan suatu unsur dari kepribadian yang dimiliki oleh manusia.Perasaan yang dimiliki oleh manusia terdiri dari berbagai macam perasaan. Akan tetapi perasaan yang dimiliki oleh manusia juga bisa terjadi setiap saat dalam kehidupnya.

Naluri

Naluri adalah sesuatu keinginan/ dorongan yang memang sejak dilahirkan ke dunia sudah dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Tanpa memiliki naluri makhluk hidup tidak dapat menjalani kehidupannya dengan sewajarnya.

5. Wujud kebudayaan merupakan suatu sistem dari suatu ide-ide dan konsep-konsep dari wujud kebudayaan sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola. Wujud kebudayaan terdiri dari sistem budaya, sistem sosial, dan wujud fisik.

1. Wujud yang paling utama adalah wujud ideal dari kebudayaan sebagai suatu kompkleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma peraturan dan sebagainya. wujud ini adalah wujud ideal dari kebudayaan. Disebutkan bahwa wujud kebudayaan ini adalah sistem budaya karna gagasan dan pikiran tersebut tidak merupakan kepingan-kepingan yang terlepas, melainkan saling berkaitan berdasarkan asas-asas yang erat hubungannya sehingga menjadi sistem gagasan dan pikiran yang relatif mantap dan berkelanjutan. Sifatnya abstrak, tidak dapat di raba atau di foto.
2. Wujud kedua sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud ini merupakan wujud kebudayaan yang di sebut sistem sosial.Sistem sosial ini tidak dapat melepaskan diri dari sistem budaya.

3. Wujud kebudayaan yang ketiga sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud ini merupakan wujud kebudayaan sebagai wujud fisik dan tidak memerlukan banyak penjelasan. Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai pengguna peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

Entry Filed under: Antropologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: