JAWABAN FINAL TES PENGATAR ANTROPOLOGI

Juni 17, 2009 ismawardah

Jawaban Final tes Pengantar Antropologi:

1. Memindai personality dibangun atas pilar pengetahaun, perasaan, dan nauluri dalam tindakan manusia:

Manusia merupakan makhluk yang berakal yang organismenya ditentukan oleh pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Dari tiga pilar; pengetahuan, perasaan, dan naluri dapat dibentuk cara berpikir seseorang, cara bertindak seseorang dan cara bertinkah lauknya, sehingga dapat terbentuk pola-pola yang baik maupun buruk mengenai berbagai macam hal yang berbeda-beda dalam lingkungan individu sesorang tersebut.

2. Tiga wujud kebudayaan terpindai pada kebudayaan suatu masyarakat:

  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

3. Konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi, dalam memahamai masyarakat Banjar:

Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma ke bioma lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena overpopulasi. Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.

Masyarakat banjar adalah masyarakat yang tingkat sosialnya tinggi. Masyarakat banjar sangat ramah dan terbuka terhadap banyaknya macam ras pendatang dari daerah di luar Kalimantan Selatan. Masyarakat pendatang dari daerah lain disambut dengan lapang dada dan menganggap mereka tidak ada perbedaannya dengan masyarakat banjar sendiri. Masyarakat banjar juga dapat menerima berbagai macam kebudayaan masyarakat pendatang dan menghargai kebudayaan masyarakat pendatang tersebut. Masyarakat tidak jarang menampilkan kebudayaan yang dating, namun masih diselingi dengan kebudayaan banjar sendiri dan masih menonjolkan ciri khas masyarakat banjar. Misalkan saja dalam pakaian pengantin banjar sekarang: baju perempuannya menyerupai kebaya, tapi diselingi dengan asesoris cirri khas masyarakat banjar.

4. Tidak diragukan lagi, Indonesia adalah negara dengan sumberdaya alam melimpahruah, tetapi bagaiamana kita memahami dalam pandangan kaji kebudayan, kekayaan SDA tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai, karena bangsa Indonesia sudah terbiasa atau sudah menjadi budaya Indonesia sejak masa colonial penjajahan bangsa Barat, kurang bias untuk mengekplor SDA yang berlimpah ruah tersebut. Bangsa Indonesia mempunyai semboyan asalkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti makan, pakaian, tempat tinggal dan yang harta yang lebih tidak diperlukan lagi. Dan alas an utamanya, karena masyarakat Indonesia cenderung pemalas dan kurang berani mengambil resiko gagal dalam melakukan sesuatu.

5. Ditinjau dai kajian Teori Kebudayaan, penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan, dan atau, penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan, yaitu:

a. Para guru cenderung malas melakukan penemuan baru

b. Para guru takut gagal akan penemuan baru tersebut

c. para guru takut menanggung resiko di caci atau di hina kalau penemuan- penemuannya jelek.

Entry Filed under: Antropologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: