ERA RENAISSANCE

April 6, 2010 ismawardah

  1. Pengertian Renaissance

Renaissance sebuah istilah yang popular sebagai tanda di akhirinya masa abad pertengahan di Eropa. Atau dikenal pula dengan zaman baru yang menuju Eropa modern. Renaissance adalah sebuah gejala baru yang berkeinginan untuk melepaskan diri dari alam feodal atau ikatan system feodalisme.

Renaissance berasal dari kata Re yang berarti kembali dan naiter yang berarti bangun. Jadi renaissance memiliki arti bangun kembali. Renaissance adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya kurang lebih pada tahun 1500. Perkataan “renaisans” berasal dari bahasa Perancis renaissance yang artinya adalah “Lahir Kembali” atau “Kelahiran Kembali”. Yang dimaksudkan biasanya adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno. Masa ini ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang seni, pemikiran maupun kesusastraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan. Masa Renaissance bukan suatu perpanjangan yang berkembang secara alami dari abad pertengahan, melainkan sebuah revolusi budaya, suatu reaksi terhadap kakunya pemikiran serta tradisi Abad pertengahan (http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Renaisans).

Dalam diktat perkuliahan Sejarah Eropa karya Rusdi Effendi menyatakan bahwa, Renaissance adalah suatu gerakan atau sesutau aliran yang timbul pada akhir abad pertengahan yang memasuki era baru, dimana pandangan hidup manusia masa renaissance terlihat pada peletakkan manusia di pusat kejadiannya yang telah membedakan dengan pandangan hidup masa abad pertengahan dimana manusia, alam dan segalanya yang meletakkan agama di puasat segala- galanya (2000: 1).

Dalam diktat Sejarah Eropah, faktor- faktor ekstern dan intern yang di alamai masyarakat Eropa sehingga memasuki masa Renaissance, antara lain:

  1. Kelahiran Renaissance di Italia sebagia akibat maju pesatnya perdagangan dan pelayaran di perairan laut tengah terutama setelah berakhirnya perang salib.
  2. Menjelang akhir perang salib sebelum dan setelah tahun 1291 barang- barang dari timur diminati di pasaran Italia dan Eropa baik tenunan, makanan, rempah- rempah, perabotan rumah tangga dan lainnya. Sehingga impor produk timer meningkat dan kota- kota dagang di Italia menjadi ramai.
  3. Dengan ramainya perdagangan banyak memberikan keuntungan kepada pedagang dan melahirkan kaum bourjuis- kapitalis, dimana mereka sebagai masyarakat kota yang kaya juga pemilik modal besar.
  4. Melalui kepemilikan uang dan kekayaan kaum kapitalis membuat mereka mampu membiayai penterjemahan ilmu pengetahuan, penampungan para seniman untuk berkarya (Rusdi Effendi, 2000: 10).
  1. Munculnya Kembali Peradaban Helenisme di Eropa

Era Helenisme atau helenitik tercipta dari perpaduan orang- orang pulau Kreta, Mycena, dan Lonia yaitu era Yunani dan Romawi. Era Helenisme tercipta karena nama nenek moyang mereka disebut “Helen”.

Dilihat dari definisinya, kata “renaissance” menyiratkan sebuah pembangunan kembali atau kebangkitan. Periode yang dikenal sebagai renaissance dipandang sebagai sebagai penemuan kembali cerahnya peradaban Yunani dan Romawi (yang dianggap sebagai “klasik”) ketika keduanya mengalami masa keemasan. Faktanya, sekalipun semasa Renaissance banyak orang membaca kesusasteraan klasik dan mempertimbangkan kembali pemikiran klasik, esensi yang sebenarnya dari renaissance adalah lahirnya banyak pembaharuan maupun penciptaan. Universitas tumbuh menjamur di seantro Eropa, dan penyebaran gagasan tiba-tiba muncul serempak (http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Renaisans).

  1. Munculnya Gerakan- Gerakan Pembaharuan

Selama abad pertengahan di Eropa kehidupan manusia diselimuti oleh hal- hal yang bersifat agamis, dengan semboyan hidup tidak selamanya dan ingat akan kematian. Setelah era Renaissance pandangan agamis tersebut mulai ditinggalkan dan tidak di hormati lagi, atau agama Kristen tidak lagi menjadi patokan dan pandangan hidup manusia Eropa pada saat itu. Renaissance adalah masa kekuasaan, masa kesadaran, masa keberanian, kepandaian yang luar biasa, kebebasan tanpa batas dan sering anpa kesusilaan.

Menurut Yahya Harun yag dikutip dalam diktat perkuliahan Sejarah Eropa karya Rusdi Effendi pada halaman 13, menyatakan bahwa masa Renaissance juga memunculkan ajaran- ajaran yang bercirikan:

  1. Indicidualisme, yakni faham yang mengutamakan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum.
  2. Sekularisme, yakni faham dimana sikap mengutamakan keduniawian dan menolak kungkungan gereja.
  3. Skeptitisme, yakni tidak mudaha percaya apa yang dilontarkan atau perkataan orang lain tanpa mengejutkan pembuktian yang kongkrit dan masuk akal.
  4. Materialisme, yakni faham yang mengutamakan masalah- masalah kebendaan sebagai alat pemuas nafsu dalam kehidupan.
  5. Rasionalisme, yakni segala sesuatu itu harus di timbang menurut akal sehat.
  6. Klasisisme, yakni sikap meniru atau memuji sesutau yang berasal dari kebudayaan klasik (Yunani- dan Romawi kuno).

Setelah Renaissance, pemikiran orang-orang Eropa mengalami perubahan dibidang:

  1. Perubahan pada Kebudayaannya

Era renaissance di Italia merupakan masa yang gilang gemilang terhadap kebudayaan, di mana kesenian menjadi maju pesat, yang sebelumnya dalam masa abad pertengahan telah di abaikan bagi keindahan manusia. Perkembangan tersebut diantaranya dalam seni patung dan bangunan, seni lukis dan kesusastraan. Disamping itu era renaissance juga merupakan masa perkembangan kesadaran nasionalis dan arti kewarganegaraan.

Adapun tokoh- tokohnya diantaranya, adalah:

  1. Michel Angelo, yang merupakan seorang ahli perancang dan pembuatan benteng- benteng, serta termashur dengan perencanaan pembuatan gereja Santa Peter di Vatikan, Italia.
  2. Leonardo da Vinsi, yang merupakan seorang insinyur dan arsitek ulung, serta seorang yang hingga kini terkenal yakni pelukis Monalisa dan Makam Mulam Keramat

Selain bidang kesenian, keberanian berkarya pada era Renaissance di dalam menggunakan bahasa latin atau yunani. Aliran filsafat juga mulai muncul pada masa ini yang dianggap sebagai pendahuluan filsafat modern, yang akhirnya memunculkan nama William dari Ockham (1295- 1349) yang membandingkan “via modern” dan ”via antique” yang berarti modern dan zaman kuno.

Dalam ilmu pengetahuan terutama yang berpengaruh dalam bidang politik, kenegaraan, dan hukum pada masa renaissance yang dianggap sebagai hasil karya besar, muncul beberapa orang tokoh, seperti:

  1. Nicolo Machiavelli (1469- 1527), yang merupakan seorang realis dan mempertahankan ide Negara dan kekuasaan. Hasil karyanya yang terkenal yakni diantaranya buku yang berjudul “Ii Principe” artinya “Sang Raja” atau dengan kata lain “buku pelajaran untuk raja”. Dalam paling tidak harus memegang dan menjalankan pemerintahan dengan baik. Sedangkan tujuan Negara menurut Machiavelli bukan untuk mencapai kesempurnaan dan bersifat Teologis (ketuhanan), melainkan untuk mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanan, dan ketentraman. Menurut Soehino dalam bukunya Ilmu Negara, bahwa Machiavelli adalah seorang realis sejati yang pertama- tama dalam ilmu Negara (Soehino, 1986: 72).
  2. Leon Batista Alberty (1400- 1472), seorang pengarang, ahli ilmu bangunan, pengubah, ahli ilmu pendidikan, ilmu hukum, matematika, dan beberapa ilmu pengetahuan lainnya.
  3. Dante (1265- 1321), seorang yang mengemukakan tentang bekas- bekas penyelidikan alam dengan cara empiris. Pada apad ke 15 di Italia berkembang kebiasaan penduduk berbagai lapisan untuk menggeluti ilmu pengetahuan alam dan ilmu pasti.
  4. Thomas Horus (1478- 1535), seorang yamg dikenal sebagai seorang penulis tentang pemikiran negaran dan hukum.
  5. Jean Bodin (1530- 1596), seorang yang berkebangsaan Perancis, serta merupakan penulis dan pemikir besar tentang Negara dan hukum. Ia menyatakan bahwa tujuan Negara adalah kekuasaan dan mendefinisikan Negara sebagai: a) Negara adalah keseluruhan dari keluarga- keluarga dengan segala miliknya atau dengan kata lain keluarga adalah  asal atau dasar daripada Negara. b) Negara merupakan perwujudan daripada kekuasaan.

2.         Perubahan pada SDM

  1. Perubahan pola pikir emosional menjadi rasional. Pemikiran yang rasional menjadi dasar utama atau satu-satunya jalan untuk mengungkap rahasia alam, bukan melalui agama. Agama gereja   mulai ditinggalkan.
  2. Pada jaman abad tengah, kehidupan di Eropa diatur oleh ”Theosentris’’ yaitu segala sesuatu berpusat pada kepercayaan. Namun setelah muncul Renaissance, kehidupan mereka diatur oleh ’’Anthroposentris’’ yaitu segala sesuatu yang dilakukan berpusat pada manusia. Pada abad tengah mereka percaya pada takdir, tapi pada renaissance mereka percaya pada nasib.
  3. Pada jaman abad tengah segala sesuatu dilakukan secara kolektif. Sebaliknya pada jaman renaissance, segala sesuatu dilakukan secara individual.
  4. Pada jaman abad tengah segala sesuatu dilakukan berdasarkan spiritual. Dan di jaman renaissance, segala sesuatu dilakukan berdasarkan materi.

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan Renaissance di Eropa, dimana perkembangan ilmu pengetahuan semakin luas , teknologi pertukangan, pembuatan kapal layar dan pengetahuan arah angin, ditemukannya kompas sejak masa perang salib dikenal oleh orang- orang eropa di Timur Tengah, seperti kata Philip K. Hitti, bahwa satu pendapatan penting yang berhubungan dengan kegiatan perdagangan dari perang Salib adalah kompas (Philip K. Hitti, hal 225).

Selain itu juga untuk membuktikan kebenaran dari teori Helleocentris Tata surya yang merupakan ajaran Copernicus, seorang ahli ilmu pasti (alam) dan perbintangan dari Polandia yang menyatakan bahwa “Bumi itu Bulat”. Faktor keberuntungan dari saudagar Italia yang bernama Marcopolo yang melakukan perjalanan dari 1271 sampai di Cina dan bertemu pembesarnya yang bernama Khubilai Khan, hingga ke Asia Selatan dan kembali ke Venessia pada tahun 1292. Perjalanan ini dituliskannya dalam bukunya “Imago Mundi” atau keajaiban dunia.

Berkembanganya teknologi percetakan kertas dan memungkinkan pencetakan peta- peta kuno semakin luas, yang kurang sempurna di perbaiki dan di pasaran Eropa peta- peta wilayah timur dijual  dan banyak diperhatikan oleh para raja, cendikiawan, para saudagar, dan para petualang- penyelidik. Pada tahun 1450, peta- peta ini sudah beredar di pasar- pasar pada setiap kota perdagangan di Eropa, seperti Italia, Portugis, Spanyol, Perancis, dan Inggris. Setelah ditemukannya peta dan didukung beberapa temuan tersebut diatas, bangsa Eropa terutama Italia, Portugis, Spanyol, Perancis, dan Inggris berlomba- lomba keluar dari negaranya untuk melakukan eksprorasi keseluruh dunia dengan tujuan menyebarkan agama, mencari wilayah baru, mencari sumber rempah- rempah di Timur, dan mencari kekuasaan.

DAFTAR PUSTAKA

Hitti, Philip K. 1987. Dunia Arab. Ter Usu.  Hutagalung. Bandung: Sumur Bandung.

Rusdi Effendi. 2000. Dari Masa Abad Pertengahan Menuju Era Reformasi Eropah. Banjarmasin: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.

Soehino. 1986. Ilmu Negara. Yogyakarta: Liberty.

http://satchafunkilus-distortion.blogspot.com/2009/01/zaman-renaissance.html. Di kutif pada hari selasa, 2 Maret 2010. Jam 13.00.

http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Renaisans. Di kutif pada hari selasa, 2 Maret 2010. Jam 13.00.

Entry Filed under: 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

April 2010
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: